Pilihan2 dalam Hidup

Saya mw cerita…

Ini tentang senior saya, yg juga teman sekantor *tapi beda Divisi*. Perempuan.
Waktu saya baru datang ke Surabaya wat menjalani OJT, dy yg banyak menjelaskan gimana2nya. Tentang alamat kantor, musti ketemu siapa, bahkan sampe rekomendasi kos2an jg dari dy. Pokoknya banyak membantu lah. Kebetulan sejak di kampus memang kami sudah kenal, dan sama2 jadi Asisten di Lab yg sama. Jadi memang sudah lumayan akrab. Sekian perkenalan mengenai bentuk hubungan kami 😀

Fyi, dy sudah menikah, dan suaminya bekerja di Jakarta. Long distance getu deh. Katanya kalo wiken, suaminya datang ke Surabaya, atw gantian dy yg ke Jakarta. Sampai beberapa waktu yg lalu akhirnya saya dapat kabar kalo dy hamil. Alhamdulillah… waktu itu sy turut senang mendengarnya. Tapi ternyata disinilah sumber dari sebuah cerita selanjutnya yg ingin saya ceritakan. *ribet yak saya ini*

Continue reading “Pilihan2 dalam Hidup”

Award on Little Heaven

Saya tidak menyalahkan siapa siapa. Tidak dengan sebuah perputaran waktu dimana seorang perempuan menjadi sangat sensong bahkan untuk alasan yg hanya dia dan Tuhan yang tau (owh, thanks to this gift, God). Tidak dengan sebuah kabar yang datang bersamaan dengan masa perputaran waktu itu. Tidak dengan penyakit insomnia yg tiba2 datang lagi setelah sempat beberapa waktu menghilang. Tidak.

Semuanya (mungkin) untuk menguji kesabaranku. Mengetes kemampuanku menyelesaikan masalah sambil tetap nyengir ke ibu kosku 😛

Continue reading “Award on Little Heaven”

Kakek…

”Bagemana rasanya punya kakek?”

Pertanyaan ini tiba2 hinggap di benak saya, setelah membaca postingan Mama Aline yang tentang liburan anaknya dengan kakeknya.

Kenapa saya nanya kek gitu? Jawabannya jelas. Saya tidak punya kakek lagi. tepatnya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang kakek. Kakek dari pihak ayah, a.k.a Ayahnya ayah saya meninggal waktu saya umur 2 tahun. Entahlah, apa beliau pernah melihat sayah, salah satu cucunya Continue reading “Kakek…”

Mementingkan Diri Sendiri

Curcol dulu ah :
Sebenarnya dari kemaren dah segera mo melanjutkan postingan yg sebelumnya. Yep yep… tapi lagi2 suka tidak berdamai dengan waktu dan koneksi. Kerjaan masi membludak, sampe rumah mw nulis tapi mata sangat susakh diajak kompromi. Giliran ndak ngantuk, buka lepi, eh malah ceting dan ngeplurT. Huuu… Dasar. Padahal alasan dalem hati ngonek dengan internet biar bisa sebebas2nya blogging.

Trus, kemaren2 suasana hati lumayan mendukung wat melanjutkan postingan yg sebelumnya. Tapi barusan blogwalkin, dan membaca postingan seorang teman, Saya jadi ketawa2 sendiri, dan absolutely lupa kalo sebelumnya sayah masih agak sedikit mepelopow.

Continue reading “Mementingkan Diri Sendiri”