Fragmen Sederhana

Iya. Ini fragmen sederhana sebenarnya..

Pagi itu Ibu menelpon saya. Seperti biasa, tidak ada topik yang terlalu penting. Beberapa menit kami ngobrol, dari seberang sana seperti ada yang menyapa Ibu. Kata Ibu ternyata anak tetangga depan yg kebetulan masih sodara dekat dengan kita. Ibu diminta menghubungi balik ke salah satu sodara sepupunya yang ada di Makasar. Katanya Ibu dihubungi via hape tapi tidak bisa nyambung. Ya iyyalah, lagi nelpon saya ini kan 😀

Walo sempat heran dan bertanya-tanya ada apa kok tetiba dia diminta menelpon balik, tapi Ibu kemudian bilang ke saya ”ya sudah nanti telpon lagi saja”

Continue reading “Fragmen Sederhana”

dari Sinar Matahari menjadi Listrik…

Beberapa waktu yang lalu sy ke Jakarta buat kopdar Ada diklat yang harus sy ikuti di Udiklat Kantor yg di Slipi. Ini sedikit cerita2 saja tentang pelajaran yang sy dapat di diklat itu.

Seperti yang pernah kita pelajari jaman sekolah dulu, negeri kita ini terkenal dengan sebutan negeri kepulauan. Selain 5 pulau besar, ada ribuan pulau yang tersebar di wilayah NKRI. Baik itu yang berpenduduk atau yg tidak berpenghuni. Untuk pulau yang berpenghuni itu, penduduk di sana belum semua bisa menikmati listrik di daerah mereka. Kondisi pulau-pulau kecil itu tentu saja menyulitkan jika harus ditarik jaringan baru dari jaringan listrik yang sudah ada. Jaringan yg terlalu panjang juga kan akan menurunkan keandalan. Di samping itu juga membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar. Intinya tidak efisien.

Maka, pada sebagian dari pulau-pulau ini kemudian digunakan pembangkit skala kecil. Pembangkit yang hanya cukup untuk melistriki daerah pulau itu saja. Ini disebutnya sistem isolated.

Continue reading “dari Sinar Matahari menjadi Listrik…”

Bacami saja…

Biar bagaimana peliknya itu masalah menurut kamu, yakin saja kalo sudah adami solusinya. Ndak mungkin Tuhan kasiki’ masalah tanpa solusi, iya toh?

Biar bagaimana ndak bersahabatnya keadaan itu menurutmu, percaya saja kalo itumi keadaan yang terbaik yang dikasiki’ sama Tuhan, iya kan?

Biar bagaimana susahnya, pasti lewatji nanti. Biar bagaimana tidak sukanya, sabarmi saja

Kalo mau menangis, menangismi..

Kalo mau teriak, teriakmi saja tapi dalam hati

Continue reading “Bacami saja…”

Pada Satu Kepingan Waktu

Sore, pada salah satu kepingan waktu..

*ctrl + S*
*alt + F4*

Baru saja menuntaskan satu tugas ketika beranjak dari kursi. Berjalan santai dan rileks –tepatnya merilekskan diri- ke koridor depan ruangan. Sepintas menatap ke atas,,, hey!! Langit begitu indah hari ini! Ah, mungkin setiap senja ia selalu menghadirkan keindahan itu, hanya tak sempat dan tak begitu berminat menikmatinya.

Sejenak terdiam, masih menatap ke langit senja. Continue reading “Pada Satu Kepingan Waktu”