Ramadhan Kali Ini…

Beberapa waktu lalu, ketika melaksanakan ibadah Umrah, ada satu kejadian yg sampai sekarang masih selalu membuat sy tiba2 ketakutan.

Waktu melakukan thawaf wada’, yaitu thawaf perpisahan, atau thawaf terakhir sebelum meninggalkan kota Makkah Al-Mukarramah. Waktu itu saya dan ibu melaksanakannya ba’da Shalat Subuh. Sewaktu di putaran pertama, masih belum begitu ramai. Namun ketika mulai memasuki putaran keempat, orang2 semakin banyak yg turut melakukan thawaf. Mungkin sambil menunggu waktu Dhuha. Kami yg tadinya berada agak di dalam, -dekat dengan Ka’bah- tiba2 mulai merasa terdesak. Akhirnya kami memilih untuk pelan2 keluar dari kesesakan orang2, dan memilih thawaf dari lingkaran yg agak jauh dari Ka’bah.

Ketika sedang berusaha untuk keluar itu, tepat di depan pintu Ka’bah, tiba2 suasana semakin crowded Continue reading “Ramadhan Kali Ini…”

Tutup Auratmu, Cantik..

Akhir2 ini sering mikir banyak hal. Tsahhh… banyak mengamati keadaan sekitar, menganalisa sendiri, dan akhirnya pusing sendiri iseng ditulis.
Seperti kejadian beberapa waktu lalu. Waktu itu sy sedang duduk2 santai dengan seorang teman, ketika di depan kami tiba2 ada penjual jilbab. Fyi, teman sy ini perempuan muslim, dan sampai saati ini tidak (atau belum?) mengenakan hijab.
Sambil menawari dia untuk beli jilbab, sedikit basa basi tapi tetap serius, ketika sy menanyakan sm dia kenapa belum mau menutup aurat dengan sempurna.
Dan jawaban dia sungguh membuat sy kaget ”ntar aja deh kalo dah jadi ibu2, skarang masi mw tampil modis2 dolo, trus mw foto2 cantik untuk prewed nanti”

Continue reading “Tutup Auratmu, Cantik..”

[Film] Tanah Air Beta

Setelah Denias dan King, kali ini Alenia Production kembali menyuguhkan sebuah tontonan yg patut menjadi pilihan!

TANAH AIR BETA. Tayang sejak 17 Juni 2010.

Berkisah tentang seorang Tatiana, seorang Ibu yg memiliki 2 orang anak, Mauro dan Merry. Pasca Referendum tahun 1999, ia terpisah dengan Mauro. Tatiana dan Merry hidup di sebuah kamp pengungsian di perbatasan NKRI, sementara Mauro tinggal di Timor Leste.

Seperti 2 film pendahulunya –Denias dan King- film kali ini pun penonton dimanjakan dengan view pemandangan alam yang memikat. Kondisi geografis daerah yg gersang, dan dipenuhi dengan bukit-bukit tandus, atau pun view pesisir pantai, tersaji dengan mantap di sini.

Continue reading “[Film] Tanah Air Beta”

Tentang Laptop dan Amanah..

Beberapa pekan ini, ada yg berubah dari aktivitas sehari2. Ehm.. biasa saja sih sebenarnya.
Jadi gini, kurang lebih 3 pekan lalu, saya diamanahi memegang laptop kantor oleh atasan saya. Laptop itu sebelumnya dipegang oleh teman seruangan yg lebih senior. Dan karena teman ini mendapat jabatan baru di tempat lain, akhirnya laptop itu dialihkan ke saya.

Karena ini laptop kantor, artinya harus setiap saat siap digunakan untuk kepentingan kantor. Dan artinya juga, saya harus manggul bawa laptop itu tiap harinya. Waktu sy cerita ke Ibu tentang laptop ini, si ibu langsung wanti2, ”awas loh, hati2 bawa barang itu. Jangan sering pulang malam. Apalagi itu laptop kan bukan punya kamu”

Hmm… laptop itu memang bukan punya saya. Hanya diamanahi memegangnya saja. Saya tidak boleh merasa terlalu senang menerimanya, pun harus siap jika sewaktu2 laptop ini diminta oleh kantor.

Continue reading “Tentang Laptop dan Amanah..”

Film : Alangkah Lucunya Negeri Ini

cover judul

Ada sebuah jaminan tersendiri bagi saya jika melihat nama2 yang tercantum sebagai bagian dari sebuah film Indonesia. Misalnya Hanung Bramantyo, Deddy Mizwar, atau pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Ada keyakinan bahwa tidak akan rugi menonton film mereka. Ia bukan sekedar tontonan biasa. More than just a movie, tsahhh…

Pun dengan film baru, berjudul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang tayang sejak 15 April 2010. Melihat nama Deddy Mizwar tertera sebagai Sutradara, saya tahu saya harus menontonnya. Continue reading “Film : Alangkah Lucunya Negeri Ini”

Membiasakan Yang Baik ;)

Beberapa hari yang lalu saya nonton acara tivi, ga tau ini reality show atau apa. Itu loh yg memergoki kelakuan masyarakat sehari2 yg –sebenarnya- menyimpang, namun kadang sudah dianggap biasa. Episode sebelumnya yg pernah saya liat itu antara lain nekat berjalan di area yg sebenarnya tidak dibolehkan, berjualan di tempat yg dilarang, anak2 yg bermain2 di sekitaran rel kereta api, anggota DPR yg ga hapal Pancasila, dll.

Nah, episode kali ini itu tentang para penjual daging kiloan yg ternyata sering melebihkan timbangan jualannya. Jadi yg tertera di timbangannya penjual itu lebih berat dari yg semestinya. Misalnya tertera 4 kg, pedahal timbangan aslinya lebih ringan dari itu. Nah ostosmastis kan pembeli membayar sesuai dengan yg tertera itu kan?

Waktu dipaksa mengaku ditanyain sama presenternya kenapa eh kenapa dy seperti itu, Continue reading “Membiasakan Yang Baik ;)”