Bisnis dan Jalan Keberkahan

Bismillah. Its gonna be a long post

***

2002. Waktu itu saya baru tamat SMA. Mendaftar di salah satu kampus ikatan dinas. Selesai tes, ada yg menghubungi Ibu saya. Menawarkan kepastian lulus dgn bayaran 10juta. Bayangan segera kerja setelah kuliah begitu menggoda. Tapi akhirnya kami tidak mengambilnya. Kurang nyaman rasanya memulai sekolah, pekerjaan dengan bayaran yang tak resmi di awal. Saya akhirnya lulus di Jurusan Teknik Elektro Unhas, dan sekarang bekerja di salah satu perusahaan plat merah. Continue reading “Bisnis dan Jalan Keberkahan”

Tentang Beda Prinsip dengan Suami

Pernah atau sedang mengalami? Atau tidak pernah, karena sudah yang paling klop dengan pasangan? Karena sudah saling mengenal baik sebelum menikah? Syukurlah kalo gitu….
…soalnya saya pernah. Dan itu sangat tidak mengenakkan huhu..

Warning : it’s gonna be a long post

Pertama tentang Ngaji.

Sebelum menikah, saya sudah menyampaikan ke (calon) suami waktu itu dengan sangat jelas bahwa saya punya kelompok kecil pengajian tiap minggu. Dan sejak itu meminta, saat kelak sudah menikah, untuk tetap diijinkan mengikutinya. Dia bilang oke. Tak ada masalah. Oke lanjut…

Setelah menikah, saya kan masih di Surabaya ya. Dia di Jakarta. Waktu itu jadwal ngaji saya setiap Jumat sore. Setiap menjelang Jumat sore saya kembali chat dia kalo sore ini akan ngaji. Dia oke, dan berpesan untuk hati-hati, abis maghrib langsung pulang. Oke siap bos. Lancar. Tak ada masalah. Continue reading “Tentang Beda Prinsip dengan Suami”

Cerita dari Duka Palu

Saat itu ba’da maghrib. Ketika grup WA sudah ramai dengan kabar gempa dari Palu. Tak lama salah seorang teman kami nyahut. Erika. Katanya stress karena baru siang tadi keluarga besarnya menuju Palu untuk acara pernikahan keluarga. Kedua orang tua, 2 kakak perempuan, kakak ipar dan 2 keponakan. Dan saat itu dari mereka belum ada satupun yang bisa dihubungi.

Tak lama kabar berikutnya. Tsunami menerjang Palu. Continue reading “Cerita dari Duka Palu”

Cerita Umroh – part 3 : Madinah dan Kenangan Raudhah

Kami tiba di Masjid Al-Haram sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Kami langsung bersiap-siap untuk thawaf dan berjalan menuju Ka’bah.

Di depan Ka’bah, semua ambyar.. seperti sebelumnya saya tidak sanggup menahan perasaan saat sholat di sini. Setelah thawaf dan sholat sunnah saya menangis sejadi-jadinya. Bersyukur dikasi kesempatan ke sini lagi, memohon ampunan seluas-luasnya, mengakui semua salah, dosa, kealpaan, mendoakan orang tua, saudara, agar dimampukan berangkat juga ke sini. Semuanyaaa.. tumpah bersama air mata dan ingus saya #eh

Setelah selesai doa saya ke tempat suami, mencium tangannya. Dan suami mencium ubun-ubun saya lamaa sekali. Continue reading “Cerita Umroh – part 3 : Madinah dan Kenangan Raudhah”

Tentang Be Clean #3

Sekarang, kurang lebih 3 tahun usaha ini berjalan. Alhamdulillah growing up. Sedikit demi sedikit kami menambah modal. Memutar profit. Menambah kapasitas produksi. Menambah pegawai. Tak lupa sebelumnya melunasi utang LOL.

Alhamdulillah ’alaa kulli hal.

Harus saya akui, bisnis ini adalah semua tentang suami saya. Produksi, penyaluran, distribusi ke pelanggan (kenapa jadi mirip2 proses bisnis di kantor saya sih haha) semuanya dilakukan sendiri oleh suami. Design logo, design stiker, memikirkan inovasi kemasan, semuanyaaa.. Continue reading “Tentang Be Clean #3”

Tentang Be Clean #2

Ok sampe mana sebelumnya?

Oiya ibunya sakit.

Seperti yang saya ceritakan dulu, Juli 2014 ibu mertua meninggal. Setelah kurang lebih sebulan di RS Ibnu Sina. Suami saya sedihnya luar biasa. Dalam kondisi seperti itu, suami sebenarnya sangat butuh support dan doa ibu. Tidak mudah menjalani kondisi tidak punya pekerjaan, masih merintis usaha, keuangan menipis, dan ditinggalkan Ibu untuk selamanya.

Ditambah saya masih di Surabaya saat itu. Sangat jarang bertemu suami. It was a hard time though. Continue reading “Tentang Be Clean #2”