Habibie-Ainun. Bukan Cerita (Cinta) Biasa

..melihat hasil pemungutan suara tersebut, di wajah mereka terlihat perasaan kecewa. Namun keheningan suasana tersebut tidak berlangsung lama, karena istri saya, Ainun bertanya. ”Selanjutnya, bagaimana sikap Bapak?” Saya dengan spontan menjawab ”Saya tidak bersedia untuk dicalonkan atau menerima pencalonan kembali sebagai Presiden”
Sebagaimana biasa, Ainun tanpa memberi reaksi. Apa yang saya katakan, ia terima dengan tulus. Pasrah pada keputusan yang saya ambil dan menganggap bahwa itulah yang terbaik bagi kami sekeluarga, membuat Ainun selalu menerima keputusan dengan tulus..

Itu salah satu penggalan tulisan Pak Habibie tentang Ibu Ainun.
Sebuah buku yang mengisahkan tentang kisah romantis sepanjang masa dari salah seorang putra terbaik yang dimiliki bangsa ini.
Buku ini mulai ditulis oleh Pak Habibie selepas kepergian Ibu Ainun tanggal 22 Mei 2010 kemarin. Diakuinya, ini salah satu terapi untuk mengatasi rasa kehilangan beliau.
Secara keseluruhan, buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang Habibie sejak beliau mengenal Ibu Ainun. Continue reading “Habibie-Ainun. Bukan Cerita (Cinta) Biasa”