Siteppai..

*judul di atas itu adalah bahasa Bugis*

Pernah merasa dunia ini begitu sempit? Ketika kita menemukan lingkaran2 pertemanan yang ujung2nya bertemu pada orang-orang yang sama. Misalnya teman SD kita dulu ternyata sekantor dengan teman kita semasa kuliah. Atau sodara sepupu kita ternyata berjodoh dengan teman kita semasa SMP. Sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. What a small world.

Saya sudah beberapa kali menjumpainya. Salah satunya ketika teman blogger saya, yang belum pernah bertatap muka dengannya, ternyata menikah dengan senior saya dulu di kampus. Read the rest of this entry »

Review Film : Catatan Harian Si Boy

Apa yang terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata Si Boy? Aha! Seorang cowok ganteng dan baik hati, dikelilingi cewek-cewek yang tergila-gila padanya, memiliki keluarga yang bahagia dan kaya raya. Fasilitas dan kenyamanan hidup yang didapatkan Boy tidak lantas membuat dia jadi manja dan nakal. Orangnya alim, selalu melirihkan ”Astaghfirullah” ketika melihat pemandangan yang tidak semestinya. Di mobilnya bahkan tersampir sajadah dan tasbih, yang menunjukkan bahwa dimanapun ia tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. What a perfect!

Read the rest of this entry »

Melepas Juni…

Saya pernah menulis status di Facebook :

Bukan masalah yg ditiadakan, tapi hati yg lebih dilapangkan.

Apa yg diucapkan memang selalu meminta pembuktiannya. Begitu pula ketika sy menuliskan status di atas itu. Maka, setiap menghadapi suatu masalah, saya selalu mengingat apa yg telah sy katakan. Untuk lebih memilih berdoa meminta kelapangan hati. Bukan lagi meminta Tuhan buru2 menyelesaikan masalah saya. Rasanya malu juga, umur segini tapi masih saja terlalu kekanak-kanakan dalam menghadapi apapun. #nyadarumur

Yeah, Juni. Di bulan ini, tepatnya di awal bulan ini, tepat 26 tahun menghirup udara dunia. Am I getting better? Read the rest of this entry »

Bapak Tua dan Sepeda Kumbang

Senja.

Sebuah pemandangan saat perjalanan pulang dari kantor

Seorang lelaki paruh baya mengayuh sepeda kumbangnya. Melekat di tubuhnya baju seragam Korpri lama yang warnanya sudah pudar dan topi berlambang simbol pendidikan di negeri ini. Dia tampak semangat mengayuh sepedanya, walau kecepatannya tidak mungkin menyamai kendaraan dengan mesin canggih di sekitarnya.

Di belakangnya tampak istrinya, duduk membonceng sambil berpegang erat pada pinggang suaminya. Sepertinya mereka juga akan pulang ke rumah, mungkin selepas menjemput rezeki yang dijatah Tuhan untuk hari ini.

Pemandangan itu.. Sederhana, bersahaja, tapi indah. Read the rest of this entry »

Hujan Bulan Juni

(scenic)
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu Read the rest of this entry »

Film : The Mirror Never Lies

Kemarin saya menonton film dengan judul di atas itu. Film Indonesia, karya Kamila Andini, yang ternyata putri dari Garin Nugroho. Keindahan dan greget dari film ini membuat sy ingin sedikit menulis tentangnya.

Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Pakis (Gita Lovalista) yang selalu merindukan sang Ayah. Menurut cerita, sang Ayah hilang di lautan, ketika sedang bekerja menangkap ikan. Ibu Pakis, Tayung (Atiqah Hasiholan) sudah berulang kali meminta Pakis untuk tidak lagi menunggu2 ayahnya, tapi Pakis tetap bersikeras. Ia bahkan selalu mengunjungi “sanro” (dukun) untuk bertanya tentang keberadaan ayahnya, sambil selalu membawa cermin pemberian ayahnya. Pakis selalu ditemani oleh sahabatnya yang bernama Lumo (Eko) dalam pencarian ayahnya ini.
Kemudian muncul Tudo (Reza Rahadian) seorang peneliti lumba-lumba dari Jakarta, hadir di kehidupan ibu dan anak ini. Akankah akhirnya Pakis menemukan ayahnya? Read the rest of this entry »