3 Tahun…

Saya hanya ingin mengenangnya dengan cara yang lebih baik.

Jadi entah dalam rangka apa, Ibu saya dihubungi oleh wakil dari kantor KPU di SInjai. Katanya, akan ada dana kepada para mantan anggota KPU periode sebelumnya. Eh pokoknya sejak KPU dibentuk, semua yang pernah jadi anggota dan ketua mendapat uang jasa atau mungkin semacam hadiah gitu.

Nah, semasa hidupnya Bapak saya pernah jadi anggota KPU ini. Berhubung beliau sudah meninggal, jadi dana itu akan diberikan kepada ahli warisnya. Kami tidak tau berapa nominalnya, sampai sekarang uang itu belum diterima oleh Ibu saya. Katanya administrasinya lumayan ribet, jadi musti nunggu beberapa waktu Read the rest of this entry »

Saat Mengarahkan Telunjuk…

Ini bukan persoalan sederhana. Tapi lebih pada sikapmu menghadapi perasaanmu. Jangan berlebihan. Sudah berulang kali kukatakan ini padamu. Jika cinta, mencintalah sewajarnya. Jika pun benci, membenci pulalah sewajarnya. Kau tak sadar sering mengucap kata2 yang tak perlu dan tak pantas ketika kau mengungkapkan perasaanmu. Kau adalah jenis manusia yang dituntut untuk selalu menjadi contoh untuk generasi penerusmu. Kau harus sadar akan hal itu. Sekali lagi, mencinta dan membencilah sewajarnya.

Dan kau, tak perlu mengandaikan apapun. I knew from the beginning that you never really want to… Read the rest of this entry »

Tujuh Puluh Ribu…

Tiba-tiba sangat ingin merekam materi pengajian rutinan pekan lalu.

Tentang sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

Suatu ketika ditampakkan beberapa ummat kepada Muhammad. Sebagian adalah umat Nabi sebelumnya. Kemudian ada sekelompok umat yang jumlahnya sangat banyak. Kemudian Jibril berkata kepada Muhammad : ‘Mereka adalah ummatmu, dan mereka yang di depan, 70.000 orang tidak akan dihisab dan tidak akan diadzab’
Aku berkata, ‘Kenapa?’ Read the rest of this entry »

My Cousin’s Wed

Hello, world!

Genap 2 bulan tidak menuliskan apa2 di sini.
Agustus pas Ramadhan, dan pas masuk kantor habis lebaran langsung dihantam sama garis mati di sana sini. Semua kerjaan itu harus saya selesaikan lebih awal, karena di akhir September sy kembali akan pulang ke rumah. Cuti 2 hari. Kakak sepupu saya –yg sudah sy anggap seperti kakak kandung sendiri- (akhirnya) menikah.

Akhirnya selama 2 pekan setelah lebaran itu saya selalu pulang malam, datang lebih pagi. Benar2 minggu2 yang mendebarkan. Belum lagi soal ijin dari atasan yang belum pasti dikasi atau tidak. Padahal dari jauh2 hari, bahkan sebelum Ramadhan saya sudah memberitau dia bahwa saya berencana cuti tanggal segitu, dan waktu itu dia sudah bilang iya. Eh tau tau pas menjelang harinya malah dihalang-halangi lagi. Huhh…
Tapi akhirnya cuti itu terpaksa dikasi juga, waktu saya bilang sudah beli tiket! Muhaha..
Dan sekarang sudah balik Surabaya lagi, aktivitas sudah mulai normal lagi, walo sebenarnya load pekerjaan tidak berkurang juga sih.. #sigh

Dan.. hei! Saya kangen kalian! Read the rest of this entry »

Maya dan Mata Air 100 Juta

Maya itu…
Saya lupa sejak kapan saya mengenal sosok perempuan ini. Yang saya tahu, sejak pertama kali berkunjung, saya langsung mem-bookmark blognya dan dimasukkan dalam blogroll, dan kemudian rutin saya kunjungi setiap ada apdet.

Dia adalah seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al-Azhar, Mesir. Blognya yang dinamai The River of My Stories memang seperti layaknya sungai dengan air yang segar senantiasa mengalir disana. Saya selalu betah berlama2 di blognya, dan kadang melemparkan komen yang tidak nyambung dengan isi postingannya, haha..
Sampai beberapa waktu yang lalu saya lama tidak mendengar kabarnya. Blognya demikian lama tidak di update, sama halnya dengan blog ini :-P

Dan akhirnya dy meng-update dari Barru, SulSel. Oh.. ternyata dia sudah menyelesaikan kuliahnya, dan balik ke kampung halamannya, mengabdi di Pesantren tempat ia belajar dulu.

Tak berselang berapa lama setelah ia pulang kampung, kabar lain datang dari Maya, bahwa ia telah menerbitkan sebuah buku. Wow!! Read the rest of this entry »

Mereka..

Mereka, yang kepadanya kularungkan tawa
Mereka, yang di sisinya kulirihkan isak

Kini..
Mereka, yang hanya menyapa di sudut risaunya
Mereka, yang melupa di kala bahagianya

Mereka.. yang kusebut Sahabat
Masihkah?