<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NUSAIDAMAN</title>
	<atom:link href="http://illawise.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://illawise.com</link>
	<description>Hunian masa depannya iLLa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 10:20:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ngamprok di Bekasi</title>
		<link>http://illawise.com/2010/03/10/ayo-ngamprok-di-bekasi/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/03/10/ayo-ngamprok-di-bekasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[
Siapa yg pernah ke Bekasi? Saya pernah&#8230; beberapa hari yang lalu *sowwat*  
Jadi begini. Tanggal 6-7 Maret kemarin Komunitas Blogger Bekasi mengadakan acara Amprokan Blogger 2010, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Bekasi yg ke-13 yang jatuh tepat di hari ini.  *basbang? biarlah..*
Lanjut&#8230;
Dan saya ikut di acara itu. Ya eyyalahh.. Kalo tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-389 aligncenter" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/lambang-kota-bekasi.jpg" alt="lambang kota bekasi" width="79" height="94" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Siapa yg pernah ke Bekasi? Saya pernah&#8230; beberapa hari yang lalu <em>*sowwat*</em> <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Jadi begini. Tanggal 6-7 Maret kemarin <a href="http://www.bloggerbekasi.com/">Komunitas Blogger Bekasi</a> mengadakan acara <a href="http://temublogger.com/">Amprokan Blogger 2010</a>, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Bekasi yg ke-13 yang jatuh tepat di hari ini. <span id="more-382"></span> <em>*basbang? biarlah..*</em></span></p>
<p>Lanjut&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dan saya ikut di acara itu. Ya eyyalahh.. Kalo tidak mana mungkin saya menuliskan postingan ini <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
Okeh,, fokus&#8230;</span></p>
<p><strong>Educated. Fun. Unforgettable.</strong><br />
Sampai saat ini itu kesimpulan yg dapat saya katakan tentang acara ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;"><strong>Educated</strong>, karena kita diperkenalkan dengan hal2 baru, info2 menarik yg ”wohh-gitu-yak-ternyata”.<br />
Hari pertama kita diajak ke Tugu Bina Bangsa yg menjadi lambang kota ini. Trus abis itu ke TPA Bantar Gebang. Apa itu? Tempat pembuangan sampah terbesar di negeri tercinta ini. </span></p>
<div id="attachment_394" class="wp-caption aligncenter" style="width: 314px"><img class="size-large wp-image-394" title="06032010204" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/060320102041-1024x768.jpg" alt="06032010204" width="304" height="235" /><p class="wp-caption-text">salah satu pemukiman yg dikelilingi oleh sampah <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dari sekian penjelasan bapak2 disana tentang sampah, yg menarik adalah kenyataan bahwa sampah ternyata bisa menjadi sumber pembangkit listrik! Jadi sampah2 yg disana, ditutupi dengan tanah agar tidak mengundang bakteri lain dan tentunya juga untuk menutupi baunya <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Kemudian diproses dalam alat pembakaran sampah (insinerator) yg bisa mengurangi polusi udara hingga 80%. Sampah hasil pembakaran ini bisa digunakan sebagai kompos dan sebagian lagi difungsikan pada sebuah mesin konverter yg bisa menghasilkan listrik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Wew.. great!<br />
Makanya jangan buang sampah sembarangan loh yak, bau bau gitu dy bisa jadi sumber listrik. Masih menurut bapak2 yg menjelaskan itu, sampe saat ini kapasitas yg dihasilkan sebesar 106 kVA. Walopun belum besar2 amat, tapi jumlah segitu lumayan untuk menerangi puluhan rumah yg ada disekitar tempat itu. Mararantab..</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Selain ke lokasi daur ulang sampah, kita juga <del datetime="2010-03-10T14:01:22+00:00">digiring</del> dibawa ke salah satu usaha pembuatan boneka. Dari luar, tempat itu terlihat seperti rumah tinggal biasa. Tapi ternyata di dalamnya berjejer puluhan mesin jahit untuk membuwat beraneka ragam model boneka. <em>*yang sayah herannya kenapa didominasi warna pink*</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: verdana;"><em><img class="size-medium wp-image-397 aligncenter" title="06032010208" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/060320102082-300x225.jpg" alt="06032010208" width="300" height="225" /><br />
</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Pas pulang, juga dikasi oleh2 bantal <del datetime="2010-03-10T14:01:22+00:00">cinta</del> model hati yg juga berwarna pink (doh) sambil diiringi kalimat pengantar pulang ”jangan lupa dipromosikan di blognya yaaa&#8230;” <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /><br />
Tenang, nanti sayah buwatkan postingan kheseus tentang ini.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: verdana;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-399" title="08032010225" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/080320102252-300x225.jpg" alt="08032010225" /></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Di hari kedua juga tidak kalah edukatifnya. Menghadirkan Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia dan Romi Satria Wahono, founder ilmukomputer.com. Seminar interaktif dengan tema Green Cyber City dan Peran Komunitas Blogger ini sukses menutupi kekecewaan terbesar sayah diacara ini, karena ketidakhadiran <del datetime="2010-03-10T14:01:22+00:00">om</del> Uzt. Tifatul Sembiring. Oia, ada yg sedikit menyentil saya dari ucapan Pak Romi ketika membahas tentang type2 blogging. <strong>Jangan curhat di blog</strong>. Wewew&#8230; kira2 saya mw nulis apa lagi kalo dilarang curhat yak? Lah selama ini kerjanya cuman curhat2 nda jelas&#8230; <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Begitu pulak dengan Seminar sesi kedua. Adalah Pak Nukman Luthfi yg berhasil mengalihkan perhatian peserta seminar <del datetime="2010-03-10T14:01:22+00:00">dari rasa kantuk karena kekenyangan</del> ketika membahas tentang e-Government, disandingkan dengan Pejabat Pemkab Sragen, yang sudah mengaplikasikan e-Government di lingkup Pemerintahannya.<br />
What an awesome speaker they are&#8230; worship dah. </span></p>
<p><strong>Fun.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Sepertinya bisa ditebak kenapa acara ini saya beri label Fun. Ya karena gambar2 yg ada di bawah ini. Tidak ada yg bisa mengompakkan orang2 selain makan2 haratisan dan futu2, rite? Sama panitia sebenarnya dianjurkan untuk membawa kamera lengkap dengan memory card, batere dan chargernya, ddih. Tapi sayah pikir kalo semuanya bawa kamera sapa yg bakal difoto? Makanya sayah mengalah untuk tidak bawa alat penangkap imaji ini, dan cukup dengan menjadi model, haha&#8230; <em>*sebenarnya karena memang ndak punya kamera*</em> <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  </span></p>
<div id="attachment_386" class="wp-caption aligncenter" style="width: 356px"><img class="size-full wp-image-386" title="betol2 ngamprok" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/betol2-ngamprok.jpg" alt="tetap sadar kamera :D" width="346" height="259" /><p class="wp-caption-text">tetap sadar kamera <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_387" class="wp-caption aligncenter" style="width: 269px"><img class="size-full wp-image-387" title="amprokan" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan.jpg" alt="sesi photo break waktu Seminar di hari kedua" width="259" height="194" /><p class="wp-caption-text">dengan bLogger nJawa <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_388" class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><img class="size-full wp-image-388" title="itamputi" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/03/itamputi.jpg" alt="Party of Five" width="379" height="296" /><p class="wp-caption-text">Party of Five</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Bahkan waktu buka2 pesbuk, ada yg aplot futu dan ada sayah di futu itu, etapi si sayah tidak bisa komen, karena ternyata yg ngaplot itu –entah siapa- tidak ada frenlist sayah di pesbuk. Ddoh, saia betol2 nebar wajah ternyata. Futu sana futu sini, gag peduli sapa yg punya kamera. </span></p>
<p><strong>Unforgettable</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Pastinya. Bertemu dengan orang2 yg selama ini hanya dikenal liwat tulisan2nya, tentunya sangat <del datetime="2010-03-10T14:01:22+00:00">mendebarkan</del> mengesankan. Mengetahui bahwa kita ternyata punya buwanyak teman yg punya hobby yg sama, positif pulak, itu membahagiakan yak. Dan memang tidak akan mungkin terlupa karena acara ini di follow up-i dengan review dari masing2 peserta, dengan versinya masing2. Itu yg membuatnya beda dengan acara2 yg dihadiri oleh bukan blogger. Kita masih bisa saling mengomentari, masih bisa keep in touch liwat blog masing2. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Bekasi. Sebelum acara Amprokan Blogger, buat saya kota Bekasi tidak lebih dari sekedar salah satu kota di pulau Jawa. Tidak berarti apa-apa. Tapi selepas ini, Bekasi akan menjadi kota yg –Insya Alloh- akan selalu sayah ingat dan kenang <em>*cailahh*</em>. Sebuah kota yg menjadi tempat pertemuan dengan berbagai orang2 hebat di negeri ini. </span></p>
<p><strong>Selamat Ulang Tahun kota Bekasi, tetaplah menjadi Kota yang Bersahaja.</strong><br />
Sampai ketemu di Acara Amprokan Blogger 2011 ^_^</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Catatan super penting : Satu yg sayah tidak habis pikir di acara ini adalah lagu Wa*i yg tidak henti menjadi back sound waktu seminar hari kedua. Ajegile, panitianya keliatan orang2 gawol semuwa, ternyata eh ternyata, selera musik, ckck&#8230; Apa anak2 band Wa*i itu orang Bekasi smuwa yak? </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Gambar dengan semena2 dicomot dari sana sini.. haha.. suruh sapa tag sayah <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p>&#8211;semoga bersambung&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/03/10/ayo-ngamprok-di-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawuran, Kematian, dan Tawazun</title>
		<link>http://illawise.com/2010/02/18/tawuran-kematian-dan-tawazun/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/02/18/tawuran-kematian-dan-tawazun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 09:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[tawazun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya ditanya sesuatu yg menohok oleh teman seruangan saya di kantor
”mbak, kampusnya tawuran lagi ya?”
”ow yah? Liat berita dimana pak?”
”coba buka detik dot kom”
*sambil buka situs itu* ”&#8230;ow iya yah&#8230;” *malu* [beritanya silakan diliat disini] 
Entah apa memang itu penyebab tawuran itu atau gimana. Yang jelas, itulah imej yg tertempel pada mahasiswa Makasar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Pagi ini saya ditanya sesuatu yg menohok oleh teman seruangan saya di kantor<br />
”mbak, kampusnya tawuran lagi ya?”<br />
”ow yah? Liat berita dimana pak?”<br />
”coba buka detik dot kom”<br />
<em>*sambil buka situs itu*</em> ”&#8230;ow iya yah&#8230;” <em>*malu*</em> [beritanya silakan diliat <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/17/122427/1301248/10/bentrokan-sesama-mahasiswa-meletus-di-unhas">disini</a>] </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Entah apa memang itu penyebab tawuran itu atau gimana. Yang jelas, itulah imej yg tertempel pada mahasiswa Makasar. Hobbi tawuran. Ddoh,, sampai kapan siy teman2 mahasiswa itu mau bertindak seperti itu. Malu tauk. Memang tidak berasa sekarang. Tapi nanti, kalo sudah selesai, dan berniat cari kerja. </span></p>
<p><span id="more-379"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dan kenyataannya memang ada beberapa lulusan Sarjana dari Makasar yg khawatir dengan seringnya kasus kerusuhan mahasiswa Makasar diangkat di media. Wajarlah, menurut saya. Menyamaratakan penilaian kepada seluruh lulusan Universitas –yang katanya hobi berkelahi- hanya karena tindakan dari beberapa oknum, tentulah tidak tepat. Tapi kita tidak bisa menyalahkan mereka –para pemilik perusahaan itu- juga, kan? Toh, mereka berpikir untuk menjaga dan melindungi perusahaan mereka dari orang2 yang hanya akan sibuk protes sana sini, tanpa memperhatikan kinerjanya di perusahaan tersebut (just my opinion) </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;"><em>Kepada teman2 dan adik2, mohon untuk bertindak dengan lebih cerdas. Tidak baik untuk menodai status mahasiswa dengan tindakan brutal dan kekanakan seperti itu. Cmon, banyak hal dan perkara di negeri ini yang menanti pikiran cerdasmu untuk mencari solusinya, membutuhkan kobaran jiwa mudamu untuk menyemangati mereka, dan merindukan lembut akalmu untuk menyentuh nurani mereka. Ayolah kawan, grow up&#8230;</em> </span></p>
<p>=menyikapi perang antar fakultas yg terjadi siang tadi di kampus Unhas=</p>
<p>*****************************************************</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Di hari yang sama, saya juga menerima kabar bahwa ada teman sekantor saya yg Ayahnya baru saja meninggal. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiuun. Selalu, berita tentang kematian menjadi begitu menyentak buat saya. Seolah tersadar, bahwa apapun, kehidupan di dunia adalah fana adanya. Sesuatu yg sebenarnya sudah sejak lama diketahui, namun seringkali terlupakan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dan siangnya, sehabis melayat ke rumah teman itu, di sebuah mikroblog ada teman yg men-share video tentang seseorang yg meninggal ketika sujud sehabis menunaikan shalat. [bagi yg mau liad videonya silakan dunlot <a href="http://www.ziddu.com/download/8596818/MayAllahSWTgranthimtoJannah-Mandiedinsujood.mp4.html"><strong>disini</strong></a>] </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Subhanallah. Semoga ia khusnul khatimah. Betapapun seringnya kita terlupa dan menjadi alpa, hingga sering dengan mudahnya berbuat dosa, meninggal dalam keadaan khusnul khatimah saya rasa tetap menjadi impian dari setiap kita. Amiin&#8230;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dan barusan, ketika tilawah sehabis shalat maghrib, entah bagaimana tiba2 saya terbawa ke Surah Al-Anbiyaa ayat 35.</span></p>
<blockquote><p>”Kullu nafsin dzaaiqatul maut”<br />
    Setiap yg bernyawa akan merasakan kematian</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Sama sekali saya tidak merencanakan ini, saya hanya melanjutkan bacaan sebelumnya.<br />
Lagi2 saya percaya, tidak ada sebuah kebetulan di dunia ini. Setelah semua yg telah terjadi, sama sekali tidak teragukan lagi bahwa tangan-Nyalah yg bekerja untuk semua ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Kabar wafatnya Ayah teman saya, video CCTV itu, dan sampainya saya di surah yg membahas tentang hal yg serupa, kematian. Sebuah rangkaian kejadian yang saya percaya, salah satu cara-Nya untuk mengingatkan diri ini, bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yg cepat atau lambat akan menghampiri. Dan semoga kita tetap mempersiapkan diri untuk kedatangannya.</span></p>
<p>***********************************************</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dari dua cerita di atas, apa sebenarnya yang ingin saya katakan adalah, tawazun atau keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat haruslah tetap dijaga.<br />
Pada cerita pertama, jelas tergambar kekhawatiran saya akan peluang kerja bagi lulusan kampus yg sering terlibat tawuran. Cenderung menakutkan hal2 yg belum terjadi.<br />
Dan kemudian diingatkan dengan serangkaian kisah di cerita kedua. Bahwa setinggi apapun kita mengejar kehidupan dunia, takkan boleh terlupa untuk mengingat satu hal yg menjadi pemutus semua kehidupan.<br />
Maka benarlah ucapan salah satu khulafaur rasyidin, Ali bin Abi Thalib<br />
<strong>kejarlah duniamu seolah engkau akan hidup selamanya.. dan kejarlah akhiratmu seolah engkau akan mati esok..</strong><br />
Tawazun. Begitulah semestinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Huff&#8230; Jika kita mencermati, sesungguhnya selalu ada pesan yg disiratkan oleh-Nya dalam semua fragmen2 hidup yg dihadirkan. Semoga kita tetap dimampukan untuk menangkap semua pesan2 tersirat itu.</span></p>
<p>*catatan semalam, baru diposting hari ini <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/02/18/tawuran-kematian-dan-tawazun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuma Pajangan?</title>
		<link>http://illawise.com/2010/02/16/cuma-pajangan/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/02/16/cuma-pajangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 14:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[

Tau itu futu apa? Keliatan kan?
Yang pertama ituh gelas kecil. Terlalu kecil, sampai2 sayah bingung bagemana membuatnya berfungsi. Jelas, minum dari gelas sekecil itu tidak bisa menghilangkan rasa haus. 
Yang kedua. Miniatur rumah, terbuat dari&#8230; apa ya? Ndak tau juga. Kayaknya sama dengan bahan untuk membuwat keramik. Ada yg tau namanya? Bukan tanah liat tapinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-thumbnail wp-image-369 aligncenter" title="gelas keciL" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/02/gelas-keciL-150x150.jpg" alt="gelas keciL" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-thumbnail wp-image-370 aligncenter" title="tempat poLpen" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/02/tempat-poLpen-150x150.jpg" alt="tempat poLpen" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Tau itu futu apa? Keliatan kan?<br />
Yang pertama ituh gelas kecil. Terlalu kecil, sampai2 sayah bingung bagemana membuatnya berfungsi. Jelas, minum dari gelas sekecil itu tidak bisa menghilangkan rasa haus. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Yang kedua. Miniatur rumah, terbuat dari&#8230; apa ya? Ndak tau juga. Kayaknya sama dengan bahan untuk membuwat keramik. <span id="more-368"></span>Ada yg tau namanya? Bukan tanah liat tapinya. Ya pokoknya itulah. Dibagian atap dari miniatur itu, ada 2 lobang. Ternyata –kata teman kantorku- ini fungsinya untuk tempat pulpen ato alat tulis lainnya, untuk ditaroh di meja, biasanya meja kerja. Ohh&#8230; <em>*manggut-manggut*</em> </span></p>
<p>Fyi, dua benda diatas adalah souvenir pernikahan teman kantor. Lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Sampai saat ini, kedua benda ajaib itu masih tergeletak pasrah di meja, samping lepi. Tidak tau musti saya apakan. Sayah tidak punya polpen cantik untuk saya pajang ditempat polpen itu, apalagi bela2in beli untuk itu, oh no! Dan belum kepikiran untuk minum seciprit air dari gelas mungil itu. Sayah juga bukan orang yg kreatif untuk memikirkan akan diapakan benda2 ini. Dibuang juga rasanya sayang. </span></p>
<p><strong>Teman.. pernah berpikir jika sekiranya benda2 itu adalah diri kita? </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Benda2 kecil ini saja yg kita bingung bagemana memberdayakannya sudah membuat repot. Apalagi kalo yg tidak berdaya guna itu manusia yah?<br />
Yang keberadaannya hanya menyesakkan planet bumi, berebut oksigen dengan yg lainnya, dan tidak memberi kontribusi apa2 untuk hidup. Di istilah perusahaan, dy dimasukkan sebagai bagian dari beban. Membayar upahnya dianggap sebagai bagian dari biaya, yg harus rutin dikeluarkan, dan tidak memberikan feedback untuk pengembangan perusahaan itu. Ia menjadi parasit. Betapa menyedihkannya. (walopun yg nulis ini juga sering magabut <em>*doh*</em>) </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Kembali ke analogi mengenai benda itu. Paling mungkin ia hanya akan menjadi pajangan. Ditata di sebuah etalase, diberi hiasan yg bisa memperindahnya. Tapi berapa lama ia mampu bertahan menjadi hiasan? Segera setelah model pajangan yg lebih cantik muncul, ia akan tersingkirkan, tergantikan dengan yg model baru, lebih up to date, lebih trendy, dan lebih segalanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Begitulah.. menjadi seorang yg berguna ternyata menjadi sebuah kemestian untuk tetap bisa bertahan. Pada akhirnya, seleksi itu akan tetap berjalan. Hidup akan terus memilih dan memilah siapa yg layak menjadi ’survivor’ atau hanya pantas disebut ’loser’</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Mari menjadi orang yg berguna dengan segala kelebihan dan kekurangan yg kita miliki&#8230;<img src="http://www.pic4ever.com/images/118.gif" border="0" alt="" /></span></p>
<p><em>renungan kecil abis liat benda2 kecil itu</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/02/16/cuma-pajangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan2 dalam Hidup</title>
		<link>http://illawise.com/2010/02/04/pilihan2-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/02/04/pilihan2-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 09:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[curcol]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan dalam hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Saya mw cerita…
Ini tentang senior saya, yg juga teman sekantor *tapi beda Divisi*. Perempuan.
Waktu saya baru datang ke Surabaya wat menjalani OJT, dy yg banyak menjelaskan gimana2nya. Tentang alamat kantor, musti ketemu siapa, bahkan sampe rekomendasi kos2an jg dari dy. Pokoknya banyak membantu lah. Kebetulan sejak di kampus memang kami sudah kenal, dan sama2 jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mw cerita…</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Ini tentang senior saya, yg juga teman sekantor <em>*tapi beda Divisi*</em>. Perempuan.<br />
Waktu saya baru datang ke Surabaya wat menjalani OJT, dy yg banyak menjelaskan gimana2nya. Tentang alamat kantor, musti ketemu siapa, bahkan sampe rekomendasi kos2an jg dari dy. Pokoknya banyak membantu lah. Kebetulan sejak di kampus memang kami sudah kenal, dan sama2 jadi Asisten di Lab yg sama. Jadi memang sudah lumayan akrab. <em>Sekian perkenalan mengenai bentuk hubungan kami</em> <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Fyi, dy sudah menikah, dan suaminya bekerja di Jakarta. Long distance getu deh. Katanya kalo wiken, suaminya datang ke Surabaya, atw gantian dy yg ke Jakarta. Sampai beberapa waktu yg lalu akhirnya saya dapat kabar kalo dy hamil. Alhamdulillah&#8230; waktu itu sy turut senang mendengarnya. Tapi ternyata disinilah sumber dari sebuah cerita selanjutnya yg ingin saya ceritakan. <em>*ribet yak saya ini*</em> </span></p>
<p><span id="more-366"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Kehamilannya bermasalah, air ketubannya pecah ketika usia kehamilannya masih berumur 4,5 bulan. Sama dokternya kemudian disuruh istirahat total. Bed rest. Kemudian dengan alasan tidak ada keluarga di Surabaya, dy pulang ke Makasar (untuk ini entah dy ambil cuti atau hanya ijin biasa ke atasannya). Perkiraan awal, sekitar 2-3 pekan bisa membaik. Tapi ternyata tidak. Dy harus berulang kali masuk Rumah Sakit, bahkan sampai opname. Konsekuensinya apa? Dy tidak masuk kantor selama berbulan-bulan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Beberapa waktu yg lalu, beredar kabar di milis Lab bahwa beliau sudah melahirkan seorang bayi perempuan. Alhamdulillah,, akhirnya. Menurut beliau, katanya harus dicaesar, karena tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal dengan kondisi ibunya yg seperti itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Cerita tentang beliau saya pikir sudah selesai sampai disitu. Sampai kemudian ada teman saya yg di bagian SDM nanya</p>
<p>”La, tau mbak **** kan? (hmm.. ga usah sebut nama yak). Dy katanya mw keluar loh”</p>
<p>”Keluar? Dari mana?”</p>
<p>”ya dari PLN. Kalo ga keluar mungkin akan diberhentikan”</p>
<p>[kaget] ”loh, kenapa? Dy kan cuti melahirkan”</p>
<p>”Iya, tapi masalahnya dy sudah tidak pernah masuk kantor sebelum dy ambil cuti itu. Katanya dy jg udah ga enak, kelamaan ga masuk kantor. Jadi mw sekalian berhenti aja. Tapi masih simpang siur sih.”</p>
<p>”oh&#8230; gitu” </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Kabar ini kemudian diperjelas oleh salah seorang teman seruangannya yg jg membenarkan kabar itu. Hmm&#8230; </span></p>
<p>r-e-s-i-g-n</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Saat ini, segimana pun saia jenuh dengan kondisi rutinitas di sini, seberapa bete pun saia kalo mengerjakan sesuatu yg tidak terlalu saya mengerti, saya belum berani sampai pada keputusan untuk berhenti. [ehm.. pernah sih terlintas, tp karena hal lain, bukan karena kerjaan] </span></p>
<p>Alasannya?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Pertama, teringat2 perjuangan waktu mendaptar dulu. Tes selama berbulan2, hunting referensi soal2 yg mungkin akan ditanyakan, tanya sana sini tentang teknik wawancara, sampai menjaga pola makan supaya ga jatuh di tes terakhir, kesehatan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Kedua, saya sudah mengorbankan banyak hal untuk bisa berada di sini. Rela tidak selalu bisa bertemu dengan keluarga, rela melepas peluang melanjutkan kuliah <em>*pedahal sudah bayar uang masuk dan SPP semester pertama <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> *</em> <del datetime="2010-02-04T09:37:44+00:00">dan rela melepaskan seseorang yg tidak bisa menerima keberadaan saya yg bukan di Makasar</del>. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Ketiga? Klasik mungkin. Karena saya butuh di sini. Ada Ibu, dan keluarga di Sinjai yg terus berharap untuk saya tetap bertahan. Dan menjadi berarti bagi mereka, itu mampu mengalahkan setiap pikiran2 untuk resign dari tempat ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Ini tentang pilihan, teman. At least, sampai saat ini, saya masih memilih untuk bertahan. Semoga ini pilihan yg tepat, setidaknya untuk saat ini </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Pilihan yg dihadirkan dalam hidup kita memang tak selalu mudah. Seperti senior saya itu. Tentunya bukan pilihan yg mudah untuk memutuskan berhenti dari pekerjaan yg Insya Allah menjanjikan penghidupan yg layak bagi dia dan keluarganya. Tentunya tidak gampang melepas sesuatu yg membutuhkan perjuangan untuk meraihnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Tapi, bagi seorang Ibu, apa ada yg lebih penting dari merawat dan membesarkan anak? Kehadiran anak, amanah Tuhan yg sangat berharga dalam kehidupan beliau sudah merubah target2 hidupnya. Tidak lagi berorientasi pada karir, materi. Ia hanya ingin selalu ada untuk anak yg sudah dinantinya, yang telah berjuang untuk bertahan hidup dalam rahim setelah ketuban ibunya pecah di saat yg tidak tepat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Apapun keputusannya nanti, saat ini, saya hanya bisa berharap semoga pilihan itu yg terbaik bagi beliau.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;"><strong><em>Sahabat, ketika pilihan2 dalam hidup itu hadir, sudahkah kita menentukan pilihan dengan tepat?</em></strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/02/04/pilihan2-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Telaga</title>
		<link>http://illawise.com/2010/01/31/seperti-telaga/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/01/31/seperti-telaga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 14:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kisah yg pernah saya dengar&#8230;..
==============================================
Seorang murid pernah mendatangi gurunya, dan bertanya akan satu hal
”Guru, kenapa saya selalu dihinggapi masalah dalam hidup? Saya merasa tidak bahagia. Masalah yg berat itu selalu hadir, kadang saya merasa tidak sanggup lagi menghadapinya”

Bukannya menjawab, Sang guru malah kemudian membawa muridnya ke sebuah tepi telaga. Diambilnya segelas air dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah kisah yg pernah saya dengar&#8230;..</p>
<p>==============================================</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Seorang murid pernah mendatangi gurunya, dan bertanya akan satu hal<br />
”Guru, kenapa saya selalu dihinggapi masalah dalam hidup? Saya merasa tidak bahagia. Masalah yg berat itu selalu hadir, kadang saya merasa tidak sanggup lagi menghadapinya”</span></p>
<p><span id="more-358"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Bukannya menjawab, Sang guru malah kemudian membawa muridnya ke sebuah tepi telaga. Diambilnya segelas air dari telaga itu. Kemudian ia memasukkan segenggam garam ke dalam air gelas, dan meminta muridnya meminumnya.<br />
”Apa yg kau rasakan?” tanya Sang guru<br />
”Tentu saja sangat asin” jawab muridnya</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Kemudian Sang guru melemparkan segenggam garam dengan jumlah yg sama ke dalam telaga, dan kembali meminta muridnya meminum air langsung dari telaganya.<br />
”Apa yg kau rasakan?” kembali guru itu bertanya<br />
”Biasa saja. Tidak terasa asin”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">”Segenggam garam itu ibaratnya adalah setiap hal yg kau anggap masalah dalam hidup. Dan air itu adalah ibarat hatimu, bagaimana kau menerima setiap masalah. Jika hatimu diibaratkan berada dalam wadah yg kecil seperti dalam gelas itu, maka masalah memang akan terasa berat, seperti air yg tiba2 berubah asin. Namun lihatlah, ketika garam itu dilemparkan ke dalam sebuah telaga yg luas, ia tidak berarti apa2. Tidak ada perubahan dalam rasanya.<br />
Maka, jadikanlah hatimu seperti telaga itu. Luaskan. Lapangkan hatimu. Dengan begitu, semua masalah tidak akan terasa apa2, dan kau akan tetap tenang menjalani hidup.”</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-360" title="telaga" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/01/telaga-300x183.jpg" alt="telaga" width="400" height="300" /></p>
<p>===============================================</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Saya sudah lupa pernah membaca atau mendengar kisah ini dari mana. Tapi ia terus terbayang2, dan selalu menginspirasi ketika saya merasa letih dengan semua ”masalah”.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Maka sahabat, mari luaskan hati kita untuk menampung setiap yg menjadi masalah. Garam dalam hidup itu akan terus ada, sepanjang hidup kita. Bukan dengan meniadakannya untuk menjadikan hidup kita lebih tenang. Tapi menghadapinya dengan cara yg tepat. Melapangkan hati kita dan ’berkawan’ dengan masalah itu</span></p>
<p>Sebab, hidup tanpa masalah itu juga adalah sebuah masalah kan? <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/01/31/seperti-telaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada yg Ulang Taon</title>
		<link>http://illawise.com/2010/01/24/ada-yg-ulang-taon/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/01/24/ada-yg-ulang-taon/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 15:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[24 Januari.
Setahun yg lalu, di sebuah warnet dekat kantornya, seorang perempuan sedang menguat2kan diri untuk membuat blog. Antara perasaan takut orang2 akan membaca blognya *lho*, malu mempublish tulisan2 yg kebanyakan curhat, dan sedikit rasa berani dengan keyakinan tidak-ada-yang-bakal-saya-kasitau-kalo-saya-punya-blog, hehe&#8230;
Waktu itu masih menumpang di blogspot, jadi sebenarnya kalo alamat yg ini belum setahun. Tapi tidak pa-pa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>24 Januari.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Setahun yg lalu, di sebuah warnet dekat kantornya, seorang perempuan sedang menguat2kan diri untuk membuat blog. Antara perasaan takut orang2 akan membaca blognya *lho*, malu mempublish tulisan2 yg kebanyakan curhat, dan sedikit rasa berani dengan keyakinan tidak-ada-yang-bakal-saya-kasitau-kalo-saya-punya-blog, hehe&#8230;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Waktu itu masih menumpang di blogspot, jadi sebenarnya kalo alamat yg ini belum setahun. Tapi tidak pa-pa lah saya mengingat2 kali pertama memutuskan untuk ngeblog. Itu tepat di tanggal ini.<span id="more-351"></span><br />
Masih tidak banyak yg bisa saya katakan dalam ’memperingati’ hari ini. Toh, tulisan2 sayah juga blum banyak, dan masih begitu-begitu-saja <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p>Cuman mw posting ini</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-352 aligncenter" title="dari dhika" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/01/dari-dhika.jpg" alt="dari dhika" width="181" height="201" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Gambar di atas ini, hadiah dari <a href="http://dhickr.com/">Andhika</a> waktu dy mbikin review <a href="http://dhickr.com/?p=506">Terbaik Terbaik 2009</a>. Sebenarnya agak2 <del datetime="2010-01-25T00:33:20+00:00">males</del> sungkan pasang award itu, secara disitu ada pose norak dy waktu masi bocah. Huph.. pake kacamata item pulak. Mirip dengan idolanya dy, sang padadam padadam <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-353" title="dari oche" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/01/dari-oche.jpg" alt="dari oche" width="318" height="217" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Yang kedua ini, award juga dari <a href="http://ocheholic.blogspot.com/2009/12/daily-blog-award-thx-to-mas-exortkang.html">Oche</a>,  seorang anak manusia asal Trenggalek, Jawa Timur yg sedang meniti karir di Jepang sana. Makasih ya che, untuk awardnya. Maap banged, baru sempat di posting, bingung cari momen yg pas soalnyah *alesyan* </span></p>
<p>Ddoh, posting sayah lebih banyak tentang award yak?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Dan karena tidak sopan mengoper award dari <a href="http://dhickr.com/">Andhika</a> –karena posenya itu loh- maka yg dioper itu award dari <a href="http://ocheholic.blogspot.com/">Oche</a> aja yak. Dan gambar di bawah ini akan menjelaskan siapa yg –entah sial ato beruntung- mendapat kehormatan buwat majang award diatas ituh </span></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-354" title="iman" src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/01/iman.bmp" alt="iman" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Gambar diatas itu, tepat ketika jumlah komen di blog ini mencapai 500 komen *masih dikit yak?*. Dan&#8230; tara&#8230;<br />
adalah kang <a href="http://imanmenulis.blogspot.com/">Iman Sulaiman</a> yg tepat mengisi komen ke-500 ituh. Selamat selamat kang, kalo berkenan silahkan dipasang awardnya, kalo nggak ya kebangetan <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Follow blognya beliau juga masih baru2 ini, setelah meng-add di Plurk dan Facebook. Blognya kebanyakan membahas tentang gadget keluaran baru. Jadi kalo mw cari apdet-an tentang benda2 elektronik beserta fitur dan spesifikasinya, silahkan mengunjungi blognya beliau. Lengkap dah. Err&#8230; bukan cuman soal gadget saja siy,, ada juga tentang komunitas2 yg beliau bergabung di dalamnya. Kumplitnya silahkan dikunjungi <strong><a href="http://imanmenulis.blogspot.com/">di sini</a></strong>. <em>Sayah bantu promosi ini kang&#8230;</em> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Itu saja. Sekali lagi, Selamat Ulang Taon, Nusaidaman. Tetaplah bersedia menampung semua coretanku ^_^</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/01/24/ada-yg-ulang-taon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Dirut</title>
		<link>http://illawise.com/2010/01/19/sang-dirut/</link>
		<comments>http://illawise.com/2010/01/19/sang-dirut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 07:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[Dahlan Iskan]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut PLN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://illawise.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Saya mw ngemengin orang, ssttt&#8230;.    
Temans, tau Dahlan Iskan tidak? Pasti tau kan? Tidak?? Ah, kemana saja sampe tidak mengenal beliau.
Seorang CEO Jawa Pos dan Jawa Pos News Network yang berkedudukan di Surabaya, sebuah perusahaan&#8230; selengkapnya liat disini
Yang kemudian dilantik menjadi Direktur Utama PT. PLN (Persero) pada tanggal 23 Desember 2009 kemaren. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mw ngemengin orang, ssttt&#8230;. <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   </p>
<p>Temans, tau Dahlan Iskan tidak? Pasti tau kan? Tidak?? Ah, kemana saja sampe tidak mengenal beliau.<br />
Seorang CEO Jawa Pos dan Jawa Pos News Network yang berkedudukan di Surabaya, sebuah perusahaan&#8230; <a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/">selengkapnya liat disini</a><br />
Yang kemudian dilantik menjadi Direktur Utama PT. PLN (Persero) pada tanggal 23 Desember 2009 kemaren. Orang pertama non PLN yang menduduki jabatan Dirut. weLL, untuk informasi seperti ini teman2 bisa cari sendiri.. <img src="http://www.pic4ever.com/images/109.gif" border="0" alt="" /> </p>
<p><img src="http://illawise.com/wp-content/uploads/2010/01/dahlan-iskan.jpg" alt="dahlan iskan" title="dahlan iskan" width="250" height="280" class="aligncenter size-full wp-image-346" /><br />
<span id="more-345"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Sayah sendiri –dan mungkin beberapa karyawan yg lain- belum begitu familiar dengan sosok ini. Hanya sekedar informasi lepas, bahwa beliau seorang wartawan, bahwa beliau sering menulis di koran, etc etc&#8230;  Sampai beberapa waktu yg lalu beliau tampil di acara Tatap Muka di salah satu TV swasta. Diwawancara secara eksklusif oleh bang Farhan, presenter acara terkemuka tanah air <img src='http://illawise.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Beberapa penggal percakapan beliau dengan Farhan yg masi terekam di otak sayah</span></p>
<blockquote><p>Farhan : Kenapa sih Pak, mau masuk ke PLN? Bapak kan sudah jadi bos di perusahaan2 Bapak?<br />
<em>Dahlan Iskan : Pengabdian. Saya ingin berbuat untuk rakyat Indonesia&#8230;. […]</em><br />
Farhan : Bagaimana dengan gaji dan fasilitas lain yg Bapak dapatkan dari jabatan ini?<br />
<em>Dahlan Iskan : Saya belum membicarakan hal itu. Tapi saya sudah punya tabungan yg cukup, dan saya kira saya bisa hidup dari situ, tanpa digaji oleh PLN. Begitu pun dengan mobil dinas. Kalau pun PLN mau membelikan buat saya, toh tidak akan sebagus mobil saya sekarang (beliau menyebut satu merk mobil yang katanya keluaran paling baru, dan tentunya muahaLLLL)</em>  </p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Untuk yg tanda [...] itu sebenarnya jawabannya masih panjang, cuman sayah lupa redaksi aslinya. Intinya yah, kalo tidak untuk pengabdian, buat apa coba seorang Dahlan Iskan mau2nya menerima jabatan ini. Kalau semuanya musti dihitung dengan nominal, beliau punya buanyak perusahaan dimana beliau telah menjadi boss di situ. Di PLN, beliau masih menjadi bawahan dari Kementerian BUMN. Selain itu, di perusahaan2nya itu, dia bisa seenak hati menentukan kebijakannya sendiri, bahkan kadang –katanya- hanya dengan lisan, instruksi itu bisa langsung dilaksanakan oleh bawahannya. Di PLN, setiap ada kebijakan harus dirundingkan dengan semua jajaran Direksi, dan di bawah pengawasan Kementerian BUMN. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">”Untuk itu saya harus sering2 menyadari hal ini. Di perusahaan saya, saya terbiasa menjadi atasan, segala kebijakan yg diambil bersumber dari saya. Di sini (PLN) saya harus mengubah mindset saya dari seorang atasan menjadi bawahan. Dan itu yg sedang saya pelajari” begitu kata beliau.  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Trus, soal gaji dan fasilitas. Sayah sukaaa sekali jawaban itu. Sedikit menyombong, tapi ngena beudd. Dan orang2 memang harus mengakui itu. Kekayaan yg dia punya itu tidak akan habis, bahkan ketika dia sudah tidak melakukan apapun. Cukup menikmati segala hasil kerja kerasnya selama ini.  Seseorang yg bisa dikatakan sudah memasuki zona nyaman dengan perusahaan2nya, malah menceburkan diri ke sebuah perusahaan multi-krisis seperti PLN. (sadly to say this, hiks&#8230;)  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Overall, dari hasil acara itu sedikit banyak membuat sayah `kenal` dengan super duper boss sayah. Malyu juga euy, kalo ditanya tentang beliau dan cuman bisa jawab ”Dirut PLN. That’s all”. Apalagi lebih banyak orang luar yg tau tentang beliau dibanding sayah.. <img src="http://www.pic4ever.com/images/200.gif" border="0" alt="" /> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Mungkin catatan ini masih terkesan subyektif. Cenderung mempromosikan Pak Dahlan? Hmm&#8230; sayah hanya ingin sedikit bercerita tentang beliau, dari sedikit juga yg sayah tau. Banyak harapan untuk Pak Dahlan, semoga betul2 bisa membawa Perusahaan Listrik Negara ini ke arah yg lebih baik. Bisa mengurangi krisis energi dimana2, dan tentunya –seperti kebanyakan kumplen- bisa mengurangi pemadaman bergilir di beberapa tempat. Bukan hanya menjadi tugas pak Dahlan tentunya, tapi seluruh stakeholder, karyawan/karyawati <del datetime="2010-01-19T06:57:01+00:00">(jangan cuma suka ngeblog makanya)</del>, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Mari, menggunakan listrik dengan bijak. Seperti slogannya</span></p>
<blockquote><p><strong>Electricity For A Better Life </strong></p></blockquote>
<p>Huhuhuhh&#8230; <img src="http://www.pic4ever.com/images/2i1d1co.gif" border="0" alt="" /> </p>
<p>Beberapa catatan lain : </p>
<ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">1. Pada upacara bulanan tgl 18 Januari 2010 kemaren (sebenarnya upacaranya tiap tanggal 17, tapi karena hari Ahad, jadi dipindahkan ke hari Senin) untuk pertama kalinya Sambutan Dirut dibuat oleh pak Dahlan [Fyi, tiap upacara ituh pembina upacara membacakan sambutan Dirut, jadi isinya semua sama se-Indonesia]. Hasilnya, ngng,,, kenapa sayah merasa biasa saja yak? Seperti tidak ada bedanya dengan sambutan2 oleh Dirut yg dulu. Padahal, jujur, saya mencari sesuatu yg lain dari sambutan ini, secara gitu lohh.. Pak Dahlan sudah sering nulis dimana2, tentunya dia bisa sedikit memodifikasi setiap sambutannya menjadi enak <del datetime="2010-01-19T07:49:50+00:00">didengar</del> dibaca, seperti dalam setiap tulisannya selama ini. Hanya mengumumkan daftar jajaran Direksi baru, ucapan terima kasih kepada Direksi lama, dan harapan untuk bisa bekerja sama dengan seluruh PLN-ers se-Indonesia (eh, ”PLN-ers” ini bahasa sayah sendiri, bingung mw kasi sebutan apa). Mmm&#8230; mungkin masi ada yg laen tapi sayah lupa apa <img src="http://www.pic4ever.com/images/smashfreak.gif" border="0" alt="" /> </ol>
<p></span></p>
<ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">2. Dalam wawancara di acara Tatap Muka itu, sempat juga pak Dahlan bilang gini ”Di PLN itu sudah banyak orang pintar. Para siswa yg sering mendapat peringkat pertama disekolahnya, dari SD sampai SMA, di Perguruan Tinggi biasanya memilih Fakultas Teknik Elektro. Nah, lulusan terbaik dari Fakultas itu juga biasanya berpikir untuk mendaftar di PLN. Jadi sudah terlalu banyak orang pintar disini. Tinggal butuh satu orang bodoh seperti saya ini” </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Entah ini merendah atau apa, tapi semoga beliau tidak tau bahwa ada satu orang pegawenya yg bukan peraih peringkat pertama, bukan pulak lulusan terbaik, <del datetime="2010-01-19T06:57:01+00:00">dan bahkan kerjaan selama jadi pegawe pun banyakan magabutnya</del>. Hanya karena ijin Tuhan jua-lah ia menjadi bagian dari kantor penghasil listrik ini&#8230; <img src="http://www.pic4ever.com/images/happy0196.gif" border="0" alt="" /> </ol>
<p></span></p>
<p>Quotes hari ini : </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;"></p>
<blockquote><p><strong>Kalo kita sudah kaya, yang terpikir hanyalah bagaimana berbuat kepada orang banyak, tanpa mengharap imbalan. Mari menjadi orang kaya kalau begeto&#8230;</strong></p></blockquote>
<p></span></p>
<p>Ada yg ingin menambahkan tentang sosok Dahlan Iskan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://illawise.com/2010/01/19/sang-dirut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
