3 bulan, lewat 3 hari…

3 bulan, lewat 3 hari..

Dear My Man,
Pernahkah mendengar tentang blessing in disguise? Yes, that’s you.

Masih jelas terekam di ingatan ketika doa-doa itu terlantunkan. Ketika saat itu belum ada pertanda yang mampu kutangkap. Ketika hanya berbekal keyakinan bahwa suatu saat kau akan datang.

Dan kemudian perlahan Sang Maha Cinta menghadirkan bayangmu. Samar. Tak jelas. Nyaris tak terbaca.

Continue reading “3 bulan, lewat 3 hari…”

The way to find him #4

Salah satu poin yang dia sampaikan ke saya di awal proses ini adalah, perihal pekerjaan dia yang kadang mengharuskan dia berada jauh dari keluarga. He is a geologist. The real geologist. Sering keluar masuk hutan untuk meneliti sumber bumi. Dan lokasinya itu seringnya jauh dari peradaban.

Tepat seminggu proses itu berjalan, dia sudah harus berada di lokasi survey. Komunikasi terputus total.

Sementara itu, wakil dari pihak keluarganya datang ke rumah, bertemu Ibu saya. Officially menyampaikan maksudnya, dan bertanya kesediaan pihak keluarga kami. Otomatis, informasi itu yang tadinya hanya Ibu dan kakak perempuan saya yang tahu, harus sampai juga ke kedua kakak laki-laki saya.

Continue reading “The way to find him #4”

The way to find him #3

Sebenarnya kenapa saya bersedia untuk memulai proses ini dengan dia?

Jadi begini. Dalam memilih pasangan atau jodoh, selain soal agamanya yg harus baik (well, ini syarat utama sih ya) Selama ini saya selalu berdoa agar diberi jodoh yang juga sesuai keinginan Ibu saya. Ibu saya selalu menginginkan agar saya bisa kembali ke Makassar, biar bisa dekat dengan beliau.

Karena itu pula mungkin proses yang dibantu oleh guru ngaji saya selalu gagal Continue reading “The way to find him #3”

The way to find him #2

Setelah dia datang di rumah malam itu, beberapa kode mulai sy perhatikan. (LOL) Tapi yaa.. selama belum ada kejelasan dari orangnya langsung sy masih mengganggap tidak ada apa-apa.. B-) #kaleum

Rabu, 14 Agustus 2013.
Saya sudah di Surabaya. Dia pun katanya sudah balik ke Jakarta. Tiba-tiba di hari itu, abis maghrib dia sms dan bilang mau nelpon. Saya masih kumpul2 halal bi halal pasca lebaran dengan teman-teman saya, jadinya saya bilang ntar aja kalo saya sudah nyampe rumah.

Sampe di rumah sy sms dia.

And he called me. Setelah basa basi hampir sekitar 40 menit Continue reading “The way to find him #2”

The way to find him #1

Mungkin selama ini semesta telah membuat kita kerap kali beririsan, dan semesta pula yang membuat kita tidak menyadari itu.

Dia teman SMA saya, tapi beda kelas dan cuman sampai kelas 2. Kelas 3 dia pindah ke SMA yang dekat dari rumahnya. Pas kuliah, ternyata kami juga satu fakultas tapi beda jurusan. Saya di Elektro, dia di Geologi.

Hanya beberapa kali ketemu di acara-acara fakultas, atau kalo kebetulan papasan di jalan.

That’s all. Dunia kami sebetulnya sering beririsan, tapi tidak disadari.

Continue reading “The way to find him #1”