Bapak Tua dan Sepeda Kumbang

Senja.

Sebuah pemandangan saat perjalanan pulang dari kantor

Seorang lelaki paruh baya mengayuh sepeda kumbangnya. Melekat di tubuhnya baju seragam Korpri lama yang warnanya sudah pudar dan topi berlambang simbol pendidikan di negeri ini. Dia tampak semangat mengayuh sepedanya, walau kecepatannya tidak mungkin menyamai kendaraan dengan mesin canggih di sekitarnya.

Di belakangnya tampak istrinya, duduk membonceng sambil berpegang erat pada pinggang suaminya. Sepertinya mereka juga akan pulang ke rumah, mungkin selepas menjemput rezeki yang dijatah Tuhan untuk hari ini.

Pemandangan itu.. Sederhana, bersahaja, tapi indah. Read the rest of this entry »

Para Pemeran (2)

*melanjutkan cerita sebelumnya*

Jadi begini. Para pemeran ini ternyata punya jam lembur, beda dengan para pegawai. Jadi untuk para pegawai mau pulang jam brapa juga tidak akan diberikan uang lembur. Sedangkan mereka, jika telah melewati jam 4 dan masih ada pekerjaan yg harus dilakukan, mereka bisa mengklaim waktu lembur. Pada saat pembayaran gaji, itu akan diakumulasi selama sebulan. Kata ibu2 di kantor sy ”jumlahnya juga ga banyak kok dek, sekitar 250-300 ribu per bulannya. Tapi lumayan untuk nambah2in penghasilan mereka”

Nah, baru2 ini di lingkungan kantor sy ada pejabat baru. Dan tiba2 saja beliau membuat kebijakan untuk menghapus klaim jam lembur untuk mereka. Read the rest of this entry »

Rindu Upacara

Upacara?

Ufh.. dulu upacara selalu menjadi satu ritual yg membosankan. Harus datang pagi2, atribut seragam harus lengkap (topi, lambang lokasi, kaos kaki harus putih, dll), ples berpanas2 ria sambil mendengarkan amanat pembina upacara. How boring it was…

Waktu sudah jadi mahasiswa, iyyey! Bebas merdeka dari ritual itu. Waktu di SMA, yg paling sy dambakan dari menjadi mahasiswa adalah tidak adanya upacara. Pokokna bebas sebebas-bebasnya.

Tapi kelamaan kuliah, lama2 jadi kangen juga uy sama upacara. Apalagi kalo liat upacara 17 Agustus-an di tivi. Liat pasukan pengibar bendera, keteraturannya, dan paling suka waktu lagu Indonesia Raya dikumandangkan oleh marching band. Kerenn…

Read the rest of this entry »

Pilihan2 dalam Hidup

Saya mw cerita…

Ini tentang senior saya, yg juga teman sekantor *tapi beda Divisi*. Perempuan.
Waktu saya baru datang ke Surabaya wat menjalani OJT, dy yg banyak menjelaskan gimana2nya. Tentang alamat kantor, musti ketemu siapa, bahkan sampe rekomendasi kos2an jg dari dy. Pokoknya banyak membantu lah. Kebetulan sejak di kampus memang kami sudah kenal, dan sama2 jadi Asisten di Lab yg sama. Jadi memang sudah lumayan akrab. Sekian perkenalan mengenai bentuk hubungan kami :D

Fyi, dy sudah menikah, dan suaminya bekerja di Jakarta. Long distance getu deh. Katanya kalo wiken, suaminya datang ke Surabaya, atw gantian dy yg ke Jakarta. Sampai beberapa waktu yg lalu akhirnya saya dapat kabar kalo dy hamil. Alhamdulillah… waktu itu sy turut senang mendengarnya. Tapi ternyata disinilah sumber dari sebuah cerita selanjutnya yg ingin saya ceritakan. *ribet yak saya ini*

Read the rest of this entry »

Sang Dirut

Saya mw ngemengin orang, ssttt…. :P

Temans, tau Dahlan Iskan tidak? Pasti tau kan? Tidak?? Ah, kemana saja sampe tidak mengenal beliau.
Seorang CEO Jawa Pos dan Jawa Pos News Network yang berkedudukan di Surabaya, sebuah perusahaan… selengkapnya liat disini
Yang kemudian dilantik menjadi Direktur Utama PT. PLN (Persero) pada tanggal 23 Desember 2009 kemaren. Orang pertama non PLN yang menduduki jabatan Dirut. weLL, untuk informasi seperti ini teman2 bisa cari sendiri..

dahlan iskan
Read the rest of this entry »

Bandung itu…

Ngng… pertama kali ke Bandung ituu, Juni 2008. Bogor tepatnya. (eh, Bandung sm Bogor beda yak? Poko’nya daerah Jabar-lah) Lebih pasnya lagi di Cibogo. Buwat Diklat Prajabatan. Di sana kurang lebih selama 3 bulan. Waktu itu tidak banyak kesan soal Bandung, karena lebih banyak tinggal di Udiklatnya. Keluar cuman Sabtu Ahad, itupun setelah lewat bulan kedua. Lebih banyak kenangan soal pembicaraan tentang pria idaman Diklat itu sendiri.

Read the rest of this entry »