Bacami saja…

Biar bagaimana peliknya itu masalah menurut kamu, yakin saja kalo sudah adami solusinya. Ndak mungkin Tuhan kasiki’ masalah tanpa solusi, iya toh?

Biar bagaimana ndak bersahabatnya keadaan itu menurutmu, percaya saja kalo itumi keadaan yang terbaik yang dikasiki’ sama Tuhan, iya kan?

Biar bagaimana susahnya, pasti lewatji nanti. Biar bagaimana tidak sukanya, sabarmi saja

Kalo mau menangis, menangismi..

Kalo mau teriak, teriakmi saja tapi dalam hati

Read the rest of this entry »

Pasti – Kelak

Pasti
Aku akan datang di saat kau tersakiti
Bukan untuk mengobati
Bukan pula sekedar empati
Hanya memastikan, sampai kapan pun, kau akan selalu di hati

Kelak..
Saat bahagiamu menyeruak..
Tak perlu berteriak..
Perlahan aku akan beranjak..
Mengemas luka yang terlanjur berkerak..

Mirip Siapa?

Sejak saya masih kecil dan mulai bisa mengingat2 apa yang terjadi saat itu, saya sering mendengar orang2 bilang gini ke saya:

”wah, yang ini lebih mirip mamanya kayaknya”

”Marola di emmakna samanna eddi” (ini terjemahan bahasa bugis dari kalimat di atas)

Pernah juga waktu saya masih SD, kalo saya masuk pagi dan pulang jam 10, saya kadang dijemput trus dibawa ke kantornya Ibu. Teman-teman kantornya Ibu sering bilang gini :

”eh Puang Mawa bawa fotokopinya ini” atau

”ini siapa? Klise fotonya puang Mawa kayaknya”

Read the rest of this entry »

Saat Mengarahkan Telunjuk…

Ini bukan persoalan sederhana. Tapi lebih pada sikapmu menghadapi perasaanmu. Jangan berlebihan. Sudah berulang kali kukatakan ini padamu. Jika cinta, mencintalah sewajarnya. Jika pun benci, membenci pulalah sewajarnya. Kau tak sadar sering mengucap kata2 yang tak perlu dan tak pantas ketika kau mengungkapkan perasaanmu. Kau adalah jenis manusia yang dituntut untuk selalu menjadi contoh untuk generasi penerusmu. Kau harus sadar akan hal itu. Sekali lagi, mencinta dan membencilah sewajarnya.

Dan kau, tak perlu mengandaikan apapun. I knew from the beginning that you never really want to… Read the rest of this entry »

Siteppai..

*judul di atas itu adalah bahasa Bugis*

Pernah merasa dunia ini begitu sempit? Ketika kita menemukan lingkaran2 pertemanan yang ujung2nya bertemu pada orang-orang yang sama. Misalnya teman SD kita dulu ternyata sekantor dengan teman kita semasa kuliah. Atau sodara sepupu kita ternyata berjodoh dengan teman kita semasa SMP. Sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. What a small world.

Saya sudah beberapa kali menjumpainya. Salah satunya ketika teman blogger saya, yang belum pernah bertatap muka dengannya, ternyata menikah dengan senior saya dulu di kampus. Read the rest of this entry »

3 Cerita

Hai! Apa kabar sodara sodara? (woot)
Seperti biasa, kalo postingan diawali dengan sapaan seperti ini, maka isinya juga tidak jauh2 dari cerita tidak penting, haha.. (haha)
Biarkan. Biarkan tidak penting, sy tetap mw cerita.

Long Wiken kmaren..
Kan ada hari kejepit tuh? Nah, teman2 kosan disini semuanya cuti di tanggal itu, dan mudik dik dik. Saya? Ohoho.. tentu tidak! Kenapa? Err.. pengen nabung. Kan uang tiketnya bisa disimpen2. Hoax. Lagi ndak pengen pulang aja. Males. Ini lebih hoax lagi.
Ehm.. yang ada, Ibu melarang saya sih. Kenapa? Karena, ini nih alasannya Ibu : tanggal 13-14 itu ada acara di Sinjai. Mama harus hadir disitu. Ndak boleh tidak. Lagian acaranya sampe malam. Kalo kamu pulang juga susah ketemu Mama. Nanti2 saja pulangnya.
Wikkk,, eike ditolak!! Sama Ibu sendiri!!! :((
Ya sudahlah, kalo memang harus begitu (sleeping)

Dan mungkin kerna kepikiran ples sirik sama teman yg mudik, Read the rest of this entry »