I have smiles to give away
Hugs and kisses too
I save them up every day
So I can send them to youI know I can always count on you
Even when I am down
You laugh with me and make me smile
With you, I never frownYou are so very dear to me
Whether near or miles apart
I hope you can clearly see
You’re so close to my heartI want to thank you for all your caring
You are a dear friend of mine
We have so many good times sharing
With you I will always shine! Read the rest of this entry »
Archive for the ‘iseng’ Category

Kemaren, di sela-sela makan siang dengan teman sekantor, dy cerita. Dia lagi bete katanya, sehabis ditanya satu pertanyaan yang menurut dia ga-penting-untuk-ditanyain. Ini penggalan percakapan saya dengan dia, kita kasih nama dy Sulis ya
Tak selalu harus dengan kata2 indah nan romantis. Rasa panik pun bisa menjadi penanda rasa sayang kita.

Bingung ya? Haha, itu yang saya rasakan kemarin. Setelah melihat peristiwa berdarah di Tj. Priok kemarin, saya langsung teringat kakak saya, si Alli yang bekerja di daerah sana.
Flashback dulu ah… Read the rest of this entry »
Waktu kecil dulu, saya punya tetangga, sepasang suami istri. Nah, si istri ini menurut pengamatan saya –waktu itu- yaaa bisa dibilang cantiklah :P. Dan… yang paling saya ingat waktu itu adalah dia berkacamata, uy! Akhirnya, muncullah satu kesimpulan bodoh saya waktu itu, bahwa kacamata adalah aksesoris yg bisa memperindah wajah seseorang. Weks..
Trus, saya juga masih ingat, sempat bilang ke ibu, kalo sudah besar nanti mw pake kacamata, seperti tetangga yang cantik itu. Masih ingat juga, kakak2 saya pada gegulingan ketawa waktu dengar kata2 itu dari saya.


Tau itu futu apa? Keliatan kan?
Yang pertama ituh gelas kecil. Terlalu kecil, sampai2 sayah bingung bagemana membuatnya berfungsi. Jelas, minum dari gelas sekecil itu tidak bisa menghilangkan rasa haus.
Yang kedua. Miniatur rumah, terbuat dari… apa ya? Ndak tau juga. Kayaknya sama dengan bahan untuk membuwat keramik. Read the rest of this entry »
”Bagemana rasanya punya kakek?”
Pertanyaan ini tiba2 hinggap di benak saya, setelah membaca postingan Mama Aline yang tentang liburan anaknya dengan kakeknya.
Kenapa saya nanya kek gitu? Jawabannya jelas. Saya tidak punya kakek lagi. tepatnya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang kakek. Kakek dari pihak ayah, a.k.a Ayahnya ayah saya meninggal waktu saya umur 2 tahun. Entahlah, apa beliau pernah melihat sayah, salah satu cucunya Read the rest of this entry »











