Surat untuk Ibu Mertua…

Yth. Ibu Hj. Syamsinar Lippu

Kita belum pernah saling mengenal sebelumnya, walaupun kita berada dalam satu daerah. Tapi ikatan Mitsaqan Galidza antara anak lelakimu dengan penghuni langit menjadikan kau sebagai sosok yang kepadanya saya harus berkhidmat.

Tidak mudah mungkin merelakan anak lelakimu kepada perempuan yang baru saja ia kenal. Kau yang selama ini menjadi cinta pertamanya. Kau yang selama ini selalu setia dengan setumpuk perhatian dan doa kepadanya, tiba-tiba melihatnya memilih perempuan lain selain kau.

Read the rest of this entry »

5 tahun…

5 tahun. Sudah 5 tahun, ataukah baru 5 tahun? Entahlah..

Time flies overall..

Bapak.. Apa kabarmu? Kangen euh.. rasanya lama tidak menyapamu dalam jalinan kata-kata. Tapi percayalah, aliran doa selalu menderas untukmu. Ingatan tak pernah menjadi kabur tentangmu. Dalam setiap moment masih selalu ada pengandaian. Seandainya kau ada di sini..

Ini bukan lagi rintihan kesedihan atau ratapan orang yang kehilangan. Hanya sekelebat pengandaian, yang selalu diikuti dengan usaha untuk kembali ke realitas, bahwa memang seperti itulah jalannya. Itulah waktu yang diberikan Alloh untukmu di dunia.

Semoga saya tidak pernah terlupa untuk mengingat ini.

Bapak, ada kabar bahagia. Read the rest of this entry »

Grief on Monday

Another hard day..

Al-Qur’an telah dengan jelas memberi tau kita, bahwa segalanya berasal dari Allah dan kepada-Nya juga kita akan kembali.

Semua bukan punya kita kan ya. Keluarga, harta, jabatan, pekerjaan, dll.. Toh ketika itu diambil lagi oleh Yang Memiliki, kita tidak boleh merasa tidak rela. Iya, semestinya seperti itu.

Begitu juga dengan kepergian Tante saya. Read the rest of this entry »

Fragmen Sederhana

Iya. Ini fragmen sederhana sebenarnya..

Pagi itu Ibu menelpon saya. Seperti biasa, tidak ada topik yang terlalu penting. Beberapa menit kami ngobrol, dari seberang sana seperti ada yang menyapa Ibu. Kata Ibu ternyata anak tetangga depan yg kebetulan masih sodara dekat dengan kita. Ibu diminta menghubungi balik ke salah satu sodara sepupunya yang ada di Makasar. Katanya Ibu dihubungi via hape tapi tidak bisa nyambung. Ya iyyalah, lagi nelpon saya ini kan :-D

Walo sempat heran dan bertanya-tanya ada apa kok tetiba dia diminta menelpon balik, tapi Ibu kemudian bilang ke saya ”ya sudah nanti telpon lagi saja”

Read the rest of this entry »

Mirip Siapa?

Sejak saya masih kecil dan mulai bisa mengingat2 apa yang terjadi saat itu, saya sering mendengar orang2 bilang gini ke saya:

”wah, yang ini lebih mirip mamanya kayaknya”

”Marola di emmakna samanna eddi” (ini terjemahan bahasa bugis dari kalimat di atas)

Pernah juga waktu saya masih SD, kalo saya masuk pagi dan pulang jam 10, saya kadang dijemput trus dibawa ke kantornya Ibu. Teman-teman kantornya Ibu sering bilang gini :

”eh Puang Mawa bawa fotokopinya ini” atau

”ini siapa? Klise fotonya puang Mawa kayaknya”

Read the rest of this entry »

3 Tahun…

Saya hanya ingin mengenangnya dengan cara yang lebih baik.

Jadi entah dalam rangka apa, Ibu saya dihubungi oleh wakil dari kantor KPU di SInjai. Katanya, akan ada dana kepada para mantan anggota KPU periode sebelumnya. Eh pokoknya sejak KPU dibentuk, semua yang pernah jadi anggota dan ketua mendapat uang jasa atau mungkin semacam hadiah gitu.

Nah, semasa hidupnya Bapak saya pernah jadi anggota KPU ini. Berhubung beliau sudah meninggal, jadi dana itu akan diberikan kepada ahli warisnya. Kami tidak tau berapa nominalnya, sampai sekarang uang itu belum diterima oleh Ibu saya. Katanya administrasinya lumayan ribet, jadi musti nunggu beberapa waktu Read the rest of this entry »