The way to find him #6

The Day..

1 Nopember 2013.

Pagi itu, jantung sy rasanya jumpalitan gak karuan. Meennnn, dalam beberapa jam ke depan setatus bakalan berubah. Akan jadi istri orang. Tugas dan tanggungjawab baru mau gak mau harus dijalani. Tidak bisa lagi seenak udel hati mau kemana-mana. Tidak bisa lagi sebebas sebelumnya. Ada seorang laki-laki yang bertanggungjawab penuh atas setiap yg sy lakukan. Dia akan kena imbasnya jika sy tergelincir berbuat yg tidak baik. Dan sy jadi mules memikirkan semua itu.

Tapi gak keliatan juga sih kalo sy deg-degan. Di luar, sy tetap keliatan kalem dan biasa-biasa sj B-) *hoek

Read the rest of this entry »

The way to find him #3

Sebenarnya kenapa saya bersedia untuk memulai proses ini dengan dia?

Jadi begini. Dalam memilih pasangan atau jodoh, selain soal agamanya yg harus baik (well, ini syarat utama sih ya) Selama ini saya selalu berdoa agar diberi jodoh yang juga sesuai keinginan Ibu saya. Ibu saya selalu menginginkan agar saya bisa kembali ke Makassar, biar bisa dekat dengan beliau.

Karena itu pula mungkin proses yang dibantu oleh guru ngaji saya selalu gagal Read the rest of this entry »

The way to find him #2

Setelah dia datang di rumah malam itu, beberapa kode mulai sy perhatikan. (LOL) Tapi yaa.. selama belum ada kejelasan dari orangnya langsung sy masih mengganggap tidak ada apa-apa.. B-) #kaleum

Rabu, 14 Agustus 2013.
Saya sudah di Surabaya. Dia pun katanya sudah balik ke Jakarta. Tiba-tiba di hari itu, abis maghrib dia sms dan bilang mau nelpon. Saya masih kumpul2 halal bi halal pasca lebaran dengan teman-teman saya, jadinya saya bilang ntar aja kalo saya sudah nyampe rumah.

Sampe di rumah sy sms dia.

And he called me. Setelah basa basi hampir sekitar 40 menit Read the rest of this entry »

The way to find him #1

Mungkin selama ini semesta telah membuat kita kerap kali beririsan, dan semesta pula yang membuat kita tidak menyadari itu.

Dia teman SMA saya, tapi beda kelas dan cuman sampai kelas 2. Kelas 3 dia pindah ke SMA yang dekat dari rumahnya. Pas kuliah, ternyata kami juga satu fakultas tapi beda jurusan. Saya di Elektro, dia di Geologi.

Hanya beberapa kali ketemu di acara-acara fakultas, atau kalo kebetulan papasan di jalan.

That’s all. Dunia kami sebetulnya sering beririsan, tapi tidak disadari.

Read the rest of this entry »

Jawa vs Luar Jawa

Ini tidak bermaksud rasis. Ini tentang kondisi di kantor sy.

Seperti kita tau, jumlah populasi di pulau Jawa jauuhhh lebih besar dibanding luar Jawa. Bukan cuman populasi, tapi juga pusat pemerintahan, pertumbuhan bisnis industri, hampir semua berpusat di pulau Jawa. Konsekuensi logisnya, kebutuhan akan ketersediaan dan keandalan suplai tenaga listrik juga menjadi prioritas di sini. Beuh, serius amat. *lap keringat*

*lanjut* Hal itu membawa kebijakan para direksi PLN untuk memprioritaskan pengadaan sumber tenaga listrik di Jawa. Menurut para direksi, penghasilan PLN dari wilayah operasi Jawa-Bali mencapai 70% dari total pendapatan PLN di seluruh Indonesia. Artinya secara umum, listrik di Jawa sudah aman. Suplai berlimpah. Pemadaman jauh lebih baik dari luar Jawa.

Read the rest of this entry »

Fragmen Sederhana

Iya. Ini fragmen sederhana sebenarnya..

Pagi itu Ibu menelpon saya. Seperti biasa, tidak ada topik yang terlalu penting. Beberapa menit kami ngobrol, dari seberang sana seperti ada yang menyapa Ibu. Kata Ibu ternyata anak tetangga depan yg kebetulan masih sodara dekat dengan kita. Ibu diminta menghubungi balik ke salah satu sodara sepupunya yang ada di Makasar. Katanya Ibu dihubungi via hape tapi tidak bisa nyambung. Ya iyyalah, lagi nelpon saya ini kan :-D

Walo sempat heran dan bertanya-tanya ada apa kok tetiba dia diminta menelpon balik, tapi Ibu kemudian bilang ke saya ”ya sudah nanti telpon lagi saja”

Read the rest of this entry »