Fragmen Sederhana

Iya. Ini fragmen sederhana sebenarnya..

Pagi itu Ibu menelpon saya. Seperti biasa, tidak ada topik yang terlalu penting. Beberapa menit kami ngobrol, dari seberang sana seperti ada yang menyapa Ibu. Kata Ibu ternyata anak tetangga depan yg kebetulan masih sodara dekat dengan kita. Ibu diminta menghubungi balik ke salah satu sodara sepupunya yang ada di Makasar. Katanya Ibu dihubungi via hape tapi tidak bisa nyambung. Ya iyyalah, lagi nelpon saya ini kan :-D

Walo sempat heran dan bertanya-tanya ada apa kok tetiba dia diminta menelpon balik, tapi Ibu kemudian bilang ke saya ”ya sudah nanti telpon lagi saja”

Read the rest of this entry »

3 Tahun…

Saya hanya ingin mengenangnya dengan cara yang lebih baik.

Jadi entah dalam rangka apa, Ibu saya dihubungi oleh wakil dari kantor KPU di SInjai. Katanya, akan ada dana kepada para mantan anggota KPU periode sebelumnya. Eh pokoknya sejak KPU dibentuk, semua yang pernah jadi anggota dan ketua mendapat uang jasa atau mungkin semacam hadiah gitu.

Nah, semasa hidupnya Bapak saya pernah jadi anggota KPU ini. Berhubung beliau sudah meninggal, jadi dana itu akan diberikan kepada ahli warisnya. Kami tidak tau berapa nominalnya, sampai sekarang uang itu belum diterima oleh Ibu saya. Katanya administrasinya lumayan ribet, jadi musti nunggu beberapa waktu Read the rest of this entry »

My Cousin’s Wed

Hello, world!

Genap 2 bulan tidak menuliskan apa2 di sini.
Agustus pas Ramadhan, dan pas masuk kantor habis lebaran langsung dihantam sama garis mati di sana sini. Semua kerjaan itu harus saya selesaikan lebih awal, karena di akhir September sy kembali akan pulang ke rumah. Cuti 2 hari. Kakak sepupu saya –yg sudah sy anggap seperti kakak kandung sendiri- (akhirnya) menikah.

Akhirnya selama 2 pekan setelah lebaran itu saya selalu pulang malam, datang lebih pagi. Benar2 minggu2 yang mendebarkan. Belum lagi soal ijin dari atasan yang belum pasti dikasi atau tidak. Padahal dari jauh2 hari, bahkan sebelum Ramadhan saya sudah memberitau dia bahwa saya berencana cuti tanggal segitu, dan waktu itu dia sudah bilang iya. Eh tau tau pas menjelang harinya malah dihalang-halangi lagi. Huhh…
Tapi akhirnya cuti itu terpaksa dikasi juga, waktu saya bilang sudah beli tiket! Muhaha..
Dan sekarang sudah balik Surabaya lagi, aktivitas sudah mulai normal lagi, walo sebenarnya load pekerjaan tidak berkurang juga sih.. #sigh

Dan.. hei! Saya kangen kalian! Read the rest of this entry »

Pada Satu Kepingan Waktu

Sore, pada salah satu kepingan waktu..

*ctrl + S*
*alt + F4*

Baru saja menuntaskan satu tugas ketika beranjak dari kursi. Berjalan santai dan rileks –tepatnya merilekskan diri- ke koridor depan ruangan. Sepintas menatap ke atas,,, hey!! Langit begitu indah hari ini! Ah, mungkin setiap senja ia selalu menghadirkan keindahan itu, hanya tak sempat dan tak begitu berminat menikmatinya.

Sejenak terdiam, masih menatap ke langit senja. Read the rest of this entry »

Melepas 2010

Beberapa waktu yang lalu, kalo sy menyalakan YM atau muncul di sosmed dengan beberapa penggal kata, sapaan yg muncul umumnya adalah ”pa kabar? Lama ndak ketauan kabarnya” atau ”kok lama ndak pernah onlen? Darimana saja?” Sy hanya menjawab seperlunya, tidak lama kemudian *sign out*
Di beberapa tulisan sebelumnya, sy selalu mengatakan kalo sy sibuk. Alasannya banyak kerjaan kantor yg deadline-nya segera, apalagi menjelang akhir tahun. Rutinitas ini terus sy lakukan. Kadang merasa seperti robot, pulang ke rumah masih melanjutkan kerjaan kantor, bahkan wiken juga tidak bisa kemana2, nongkrong di kamar sama leptop.

……….
……….
……….

Dan akhirnya sekarang sudah akhir tahun!!
Rasanya seperti berada di dunia lain selama ini, ketika kembali ke dunia nyata, ternyata sudah mw pergantian tahun aja, fyuhh… *elap keringat*

Read the rest of this entry »

Keluar Dari Zona Pribadi

Beberapa hari yg lalu secara ga sengaja nongton sinekrong KCB serial Ramadhan, pas di scene ada kang Abik yg lagi ngasih nasehat ke Anna. ”Masih banyak masalah umat yg jauh lebih penting untuk kau pikirkan daripada sibuk mengurusi hal remeh temeh”

Adegan ini membawa memory saya ke beberapa tahun yg lalu. Waktu itu saya masih mahasiswa, dan lagi ikut salah satu pelatihan yg diadakan oleh LDK di kampus saya.
Ada satu materi yg masih sy ingat, tentang perlunya bagi para Muslimah untuk terus memperbaiki diri. Kurang lebih pemateri itu bilang gini :

Perempuan adalah titik awal sebuah peradaban. Dari dirinya akan ditentukan sebuah keputusan, akan menjadi seperti apa kehidupan manusia yg muncul setelahnya. Apakah akan menjadi generasi Rabbani yg selalu siap mengumandangkan Kalimatullah, atau akan dipenuhi oleh orang2 yg mengingkari-Nya. Semuanya berawal dari kita. Read the rest of this entry »