Habibie-Ainun. Bukan Cerita (Cinta) Biasa

..melihat hasil pemungutan suara tersebut, di wajah mereka terlihat perasaan kecewa. Namun keheningan suasana tersebut tidak berlangsung lama, karena istri saya, Ainun bertanya. ”Selanjutnya, bagaimana sikap Bapak?” Saya dengan spontan menjawab ”Saya tidak bersedia untuk dicalonkan atau menerima pencalonan kembali sebagai Presiden”
Sebagaimana biasa, Ainun tanpa memberi reaksi. Apa yang saya katakan, ia terima dengan tulus. Pasrah pada keputusan yang saya ambil dan menganggap bahwa itulah yang terbaik bagi kami sekeluarga, membuat Ainun selalu menerima keputusan dengan tulus..

Itu salah satu penggalan tulisan Pak Habibie tentang Ibu Ainun.
Sebuah buku yang mengisahkan tentang kisah romantis sepanjang masa dari salah seorang putra terbaik yang dimiliki bangsa ini.
Buku ini mulai ditulis oleh Pak Habibie selepas kepergian Ibu Ainun tanggal 22 Mei 2010 kemarin. Diakuinya, ini salah satu terapi untuk mengatasi rasa kehilangan beliau.
Secara keseluruhan, buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang Habibie sejak beliau mengenal Ibu Ainun. Read the rest of this entry »

Hadiah Buku

Lanjutan cerita perjalanan ke Madinah-Mekkah dipending dolo yak. Ntar aja Insya Alloh pas Ramadhan, biar lebih kerasa gitu syahdunya, khukhukhu… *lesyan*
Ini mw cerita2 tentang buku. Bukan sembarang buku, tapi buku pemberian, hohoho. Jadi ada yg ngasih hadiah buku getho ke guwehh.. *alay* (idiot)

Ini buku dari sahabat yg ini, mas Iqbal. Sebenarnya siy dikasinya juga kerna agak2 nodong. Waktu itu masih bulan Juni, iseng minta hadiah ulang taon, dan beneran dikasih! Iyyey.. Read the rest of this entry »

Perahu Kertas dari Makassar

Tapi bagaimana mungkin, membaca saja saya sulit.

Ada yg ingat ini iklan apa yah? Sepertinya tag ini pernah familiar beberapa tahun yg lalu. Kalo tidak salah siy iklan layanan masyarakat gitu. *lupa lupa ingat

Tapi kalimat ini memang sepertinya layak ditujukan pada saya untuk beberapa waktu belakangan ini. Saya sangat jarang membaca. Beberapa buku yg pernah saya beli dari beberapa bulan yang lalu hanya pasrah terbuka sampai setengah isi buku. Bukan karena sy tidak penasaran dengan lanjutannya, tapi tuntutan yg lain sepertinya mengalahkan alasan untuk membaca. I think I can’t have all my day. Bukan contoh yg baik memang, huff….

Read the rest of this entry »