Habibie-Ainun. Bukan Cerita (Cinta) Biasa

..melihat hasil pemungutan suara tersebut, di wajah mereka terlihat perasaan kecewa. Namun keheningan suasana tersebut tidak berlangsung lama, karena istri saya, Ainun bertanya. ”Selanjutnya, bagaimana sikap Bapak?” Saya dengan spontan menjawab ”Saya tidak bersedia untuk dicalonkan atau menerima pencalonan kembali sebagai Presiden”
Sebagaimana biasa, Ainun tanpa memberi reaksi. Apa yang saya katakan, ia terima dengan tulus. Pasrah pada keputusan yang saya ambil dan menganggap bahwa itulah yang terbaik bagi kami sekeluarga, membuat Ainun selalu menerima keputusan dengan tulus..

Itu salah satu penggalan tulisan Pak Habibie tentang Ibu Ainun.
Sebuah buku yang mengisahkan tentang kisah romantis sepanjang masa dari salah seorang putra terbaik yang dimiliki bangsa ini.
Buku ini mulai ditulis oleh Pak Habibie selepas kepergian Ibu Ainun tanggal 22 Mei 2010 kemarin. Diakuinya, ini salah satu terapi untuk mengatasi rasa kehilangan beliau.
Secara keseluruhan, buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang Habibie sejak beliau mengenal Ibu Ainun. Read the rest of this entry »

Film : Eat Pray Love

Kita sama-sama tahu bahwa Bali dan keindahannya sudah sangat terkenal di belahan bumi lain. Dan bagaimana jika ia tersaji dalam sebuah film sekelas Hollywood? Eat Pray Love, sebuah film karya Ryan Murphy yang diangkat dari kisah nyata seorang penulis bernama Elizabeth Gilbert. Film yang diproduseri oleh Brad Pitt dan menampilkan Julia Roberts sebagai pemeran utama ini mulai tayang sejak 13 Oktober kemaren.

Film ini bercerita tentang seorang perempuan Newyork yang memenuhi kriteria untuk dapat dikatakan sukses. Karir, harta, suami, dan rumah yang nyaman. Namun di suatu waktu ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Sesuatu yang tak dapat ia definisikan, apa itu. Tanpa alasan yang jelas, ia memutuskan bercerai dari suaminya. Di tengah proses perceraian itu, ia menjalin hubungan dengan seorang pria yang dikenalnya melalui pertunjukan teater. Dan kembali ia menemukan bahwa hubungannya dengan pria ini tak layak diteruskan. Ia menjadi semakin desperado, dan akhirnya memutuskan untuk sejenak meninggalkan kota Newyork. Memilih Itali, India, dan Indonesia sebagai tujuan perjalanannya sampai akhir tahun.

Read the rest of this entry »

Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan Sang Pencerah

Bismillahirrahmanirrahim..

Sang Pencerah. Akhir2 ini beberapa media masih ramai membahas tentang film ini. Berbagai review tentang film ini pun sudah dapat dijumpai di mana-mana, dengan persepsi masing-masing.

Tulisan di bawah ini tidak dimaksudkan untuk mereview film tersebut. Lebih kepada catatan (yang ternyata) panjang tentang segala hal yg berseliweran di otak. Sesuai dengan judulnya, tentang Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, dan film Sang Pencerah.

1. Mungkin sudah pernah kita pelajari di pelajaran SD dulu, bahwa Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah, salah satu Organisasi kemasyarakatan di Indonesia, selain Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai ormas yg concern terhadap bidang pendidikan dan sosial, Muhammadiyah sudah cukup membuktikan eksistensinya. Read the rest of this entry »

Keluar Dari Zona Pribadi

Beberapa hari yg lalu secara ga sengaja nongton sinekrong KCB serial Ramadhan, pas di scene ada kang Abik yg lagi ngasih nasehat ke Anna. ”Masih banyak masalah umat yg jauh lebih penting untuk kau pikirkan daripada sibuk mengurusi hal remeh temeh”

Adegan ini membawa memory saya ke beberapa tahun yg lalu. Waktu itu saya masih mahasiswa, dan lagi ikut salah satu pelatihan yg diadakan oleh LDK di kampus saya.
Ada satu materi yg masih sy ingat, tentang perlunya bagi para Muslimah untuk terus memperbaiki diri. Kurang lebih pemateri itu bilang gini :

Perempuan adalah titik awal sebuah peradaban. Dari dirinya akan ditentukan sebuah keputusan, akan menjadi seperti apa kehidupan manusia yg muncul setelahnya. Apakah akan menjadi generasi Rabbani yg selalu siap mengumandangkan Kalimatullah, atau akan dipenuhi oleh orang2 yg mengingkari-Nya. Semuanya berawal dari kita. Read the rest of this entry »

Ramadhan Kali Ini…

Beberapa waktu lalu, ketika melaksanakan ibadah Umrah, ada satu kejadian yg sampai sekarang masih selalu membuat sy tiba2 ketakutan.

Waktu melakukan thawaf wada’, yaitu thawaf perpisahan, atau thawaf terakhir sebelum meninggalkan kota Makkah Al-Mukarramah. Waktu itu saya dan ibu melaksanakannya ba’da Shalat Subuh. Sewaktu di putaran pertama, masih belum begitu ramai. Namun ketika mulai memasuki putaran keempat, orang2 semakin banyak yg turut melakukan thawaf. Mungkin sambil menunggu waktu Dhuha. Kami yg tadinya berada agak di dalam, -dekat dengan Ka’bah- tiba2 mulai merasa terdesak. Akhirnya kami memilih untuk pelan2 keluar dari kesesakan orang2, dan memilih thawaf dari lingkaran yg agak jauh dari Ka’bah.

Ketika sedang berusaha untuk keluar itu, tepat di depan pintu Ka’bah, tiba2 suasana semakin crowded Read the rest of this entry »

Tutup Auratmu, Cantik..

Akhir2 ini sering mikir banyak hal. Tsahhh… banyak mengamati keadaan sekitar, menganalisa sendiri, dan akhirnya pusing sendiri iseng ditulis.
Seperti kejadian beberapa waktu lalu. Waktu itu sy sedang duduk2 santai dengan seorang teman, ketika di depan kami tiba2 ada penjual jilbab. Fyi, teman sy ini perempuan muslim, dan sampai saati ini tidak (atau belum?) mengenakan hijab.
Sambil menawari dia untuk beli jilbab, sedikit basa basi tapi tetap serius, ketika sy menanyakan sm dia kenapa belum mau menutup aurat dengan sempurna.
Dan jawaban dia sungguh membuat sy kaget ”ntar aja deh kalo dah jadi ibu2, skarang masi mw tampil modis2 dolo, trus mw foto2 cantik untuk prewed nanti”

Read the rest of this entry »