Resensi buku : 99 Cahaya di Langit Eropa

Prolog : Sudah beberapa kali sy masuk ke toko buku, melihat buku itu di salah satu rak yg ada di sana. Tapi ndak tau kenapa belum terpikir untuk beli. Tapi ndak tau kenapa lagi di hari itu sy tergerak mengambilnya dan meliat2 sampul buku itu.. #kusut (LOL)

***

”Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum…”

Tulisan itu ada di sampul belakang buku itu. Ih wow. Bener2 kutipan yg penasaran-able. Kutipan itu pula yang membuat sy akhirnya membawanya ke kasir. Padahal jarang2 saya terpengaruh karena sampul atau endorse pada buku. Kebanyakan kerna penulisnya, atau dari rekomendasi teman2.

Read the rest of this entry »

dari Sinar Matahari menjadi Listrik…

Beberapa waktu yang lalu sy ke Jakarta buat kopdar Ada diklat yang harus sy ikuti di Udiklat Kantor yg di Slipi. Ini sedikit cerita2 saja tentang pelajaran yang sy dapat di diklat itu.

Seperti yang pernah kita pelajari jaman sekolah dulu, negeri kita ini terkenal dengan sebutan negeri kepulauan. Selain 5 pulau besar, ada ribuan pulau yang tersebar di wilayah NKRI. Baik itu yang berpenduduk atau yg tidak berpenghuni. Untuk pulau yang berpenghuni itu, penduduk di sana belum semua bisa menikmati listrik di daerah mereka. Kondisi pulau-pulau kecil itu tentu saja menyulitkan jika harus ditarik jaringan baru dari jaringan listrik yang sudah ada. Jaringan yg terlalu panjang juga kan akan menurunkan keandalan. Di samping itu juga membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar. Intinya tidak efisien.

Maka, pada sebagian dari pulau-pulau ini kemudian digunakan pembangkit skala kecil. Pembangkit yang hanya cukup untuk melistriki daerah pulau itu saja. Ini disebutnya sistem isolated.

Read the rest of this entry »

[Review] Sotoji : Bukan ji sekedar Soto

Ayo kenalan sama Sotoji yuks..

Intermezzo : Masih selalu terasa lucu pelafalan kata Sotoji ini. Ini terkait akhiran ji di akhir katanya sih ya. Fyi, imbuhan ji dalam bahasa bugis itu berarti hanya, cuman, dan semacamnya. Artinya kalo diartikan secara buginese, Sotoji berarti cuman Soto, hanya Soto, atau sekedar Soto tidak lebih dan tidak kurang

Etapi tundu duluu..

Akhiran ji pada kata Sotoji disini ternyata Read the rest of this entry »

Tujuh Puluh Ribu…

Tiba-tiba sangat ingin merekam materi pengajian rutinan pekan lalu.

Tentang sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

Suatu ketika ditampakkan beberapa ummat kepada Muhammad. Sebagian adalah umat Nabi sebelumnya. Kemudian ada sekelompok umat yang jumlahnya sangat banyak. Kemudian Jibril berkata kepada Muhammad : ‘Mereka adalah ummatmu, dan mereka yang di depan, 70.000 orang tidak akan dihisab dan tidak akan diadzab’
Aku berkata, ‘Kenapa?’ Read the rest of this entry »

Film : The Mirror Never Lies

Kemarin saya menonton film dengan judul di atas itu. Film Indonesia, karya Kamila Andini, yang ternyata putri dari Garin Nugroho. Keindahan dan greget dari film ini membuat sy ingin sedikit menulis tentangnya.

Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Pakis (Gita Lovalista) yang selalu merindukan sang Ayah. Menurut cerita, sang Ayah hilang di lautan, ketika sedang bekerja menangkap ikan. Ibu Pakis, Tayung (Atiqah Hasiholan) sudah berulang kali meminta Pakis untuk tidak lagi menunggu2 ayahnya, tapi Pakis tetap bersikeras. Ia bahkan selalu mengunjungi “sanro” (dukun) untuk bertanya tentang keberadaan ayahnya, sambil selalu membawa cermin pemberian ayahnya. Pakis selalu ditemani oleh sahabatnya yang bernama Lumo (Eko) dalam pencarian ayahnya ini.
Kemudian muncul Tudo (Reza Rahadian) seorang peneliti lumba-lumba dari Jakarta, hadir di kehidupan ibu dan anak ini. Akankah akhirnya Pakis menemukan ayahnya? Read the rest of this entry »

Ebook : TUNAS

Dulu, waktu sy masih SD, sy sering main ke rumah sepupu sy yang berlangganan majalah Bobo. Dan tiap kali membacanya, yang sy buka pertama kali pasti kolom cerita pendek atau dongeng.
Selain itu, kakak perempuan sy yang waktu itu sudah kelas 1 SMA sering membawa majalah remaja dari sekolahnya. Ada Aneka Yess!, Anita Cemerlang, Kawanku, Gadis, dan masih banyak lagi. Ndak tau sekarang apa majalah2 itu masih eksis atau gimana. Begitu juga majalah2 ini, yg sy buka pertama kali adalah kolom fiksinya. Dari situ awalnya sy mulai suka membaca fiksi.

Yah, kesukaan sy pada fiksi awalnya pernah menginspirasi sy untuk membuat jenis tulisan yg sama. Tapi, pertama kali membuat fiksi, -cerpen tepatnya- malah tidak kunjung selesai2. Sy bingung bagaimana menyelesaikan konflik yg sy ciptakan di cerita itu. Ceritanya kemudian berputar2 disitu2 saja, sampai sy sendiri bosan membacanya (LOL) Read the rest of this entry »