Tentang Be Clean #1

Dari sejak kapan selalu kepikiran mau nulis panjang tentang awal mula sampai kami punya usaha Be Clean ini. Tulisan ini sebenarnya sudah mengendap lama. Tapi setiap buka filenya selalu ada yang direvisi, trus disave lagi. Ndak pernah jadi diposting LOL. Sekarang mari kita mulai!

***

Waktu itu, pertengahan Februari 2014. Suami saya baru saja balik dari dinas lapangannya di Nabire, Papua sana. Dia menghabiskan jatah liburnya di Surabaya, tempat kos2an saya.

Di suatu siang, dia menerima telepon dari atasannya di kantor. Pemberitahuan yang kelak mengubah hidup kami seterusnya. Lebay hahahaha. Iya, itu pemberitahuan bahwa kantornya akan berhenti beroperasi terhitung mulai bulan depan. Kemungkinan akan tetap ada,  hanya tidak lagi di Indonesia. Artinya lagi, akan ada pemberhentian pekerjaan untuk semua pegawainya, termasuk suami saya. Continue reading “Tentang Be Clean #1”

2017

Hai, selamat datang di 2018. Ini mau ganti theme-nya blog kok ndak sempat terus sih huh. Yasudahlah pake yang ada dulu saja.

*masi pembuka uda curhat aja kaw*

So, gimana liburan panjangnya? Semoga menyenangkaann..

Saya mau tulis-tulis apa saja yang terjadi di 2017. Memangnya ada apa saja? Banyaakk.. tapi ya sy ndak mungkin ingat semuanya. Yang ditulis yang berkesan saja, saelah.. Continue reading “2017”

Merasa Berkorban (?)

Berkorban. Kamu kamu kamu pernah merasa berkorban tak?

Kenapa tiba-tiba nulis tentang ini? Eum.. sudah sejak beberapa waktu yang lalu sih. Beberapa kali berseliweran di lini masa tulisan-tulisan tentang ”pengorbanan” seorang perempuan. Apalagi hari-hari terakhir ini di mana santer beredar video anak dari seorang laki-laki yang melabrak selingkuhan ayahnya.

Ramelah status-status yang menyudutkan para selingkuhan, perebut suami orang, perebut kebahagiaan keluarga, you named it. Ditambah dengan wejangan ke para suami jaman now untuk selalu mengingat pengorbanan sang istri, utamanya di usia awal pernikahan dulu.

Istri yang berkorban meninggalkan orang tua untuk ikut bersama suami. Istri yang mengorbankan badannya saat mengandung anak dari suaminya. Istri yang mengorbankan karirnya, berhenti dari kantor tempat ia bekerja demi fokus membesarkan buah hati. Ingat-ingatlah itu wahai para suami, sebelum kalian berpikir untuk selingkuh.

Continue reading “Merasa Berkorban (?)”

Cerita Umroh – part 2

Beberapa minggu menjelang jadwal berangkat, Alhamdulillah bisa lunas juga pembayarannya. Bahkan di kurun waktu itu juga kami bisa melunasi sebagian hutang KPR ini. Duh ini cerita Umroh jadi keselip2 cerita KPR ya LOL. Iyalah, mohon dimaklumi soalnya jumlahnya sungguhlah membuat kami menghela nafas panjang. Kapaan bisa lunas. Tapi Alhamdulillah, Allah sungguh Maha Memudahkan Rejeki. Di saat sebelumnya kepikiran mana yg didahulukan, Allah malah mewujudkan keduanya. Insha Allah semoga setelah ini segera bisa melunasi sebagiannya lagi.

Kembali ke cerita Umroh

18 Juni. Waktu keberangkatan.

Continue reading “Cerita Umroh – part 2”

Cerita Umroh – part 1

Baiklah, sebelum memory-nya kelewat, mari merekam ingatan saat Umroh… 3 bulan kmaren. Sudah lama ya hahahahaha

Jadi, kurang lebih setahun terakhir ini, saya dan suami sering membahas keinginan ini, untuk bisa segera melaksanakan Umroh. Tapi selalu we ended up with… dari mana uangnya? Dana yg ditargetkan untuk bayar hutang KPR pun rasanya ga nambah2 saldonya haha.. curcol.

Continue reading “Cerita Umroh – part 1”