Tentang Beda Prinsip dengan Suami

Pernah atau sedang mengalami? Atau tidak pernah, karena sudah yang paling klop dengan pasangan? Karena sudah saling mengenal baik sebelum menikah? Syukurlah kalo gitu….
…soalnya saya pernah. Dan itu sangat tidak mengenakkan huhu..

Warning : it’s gonna be a long post

Pertama tentang Ngaji.

Sebelum menikah, saya sudah menyampaikan ke (calon) suami waktu itu dengan sangat jelas bahwa saya punya kelompok kecil pengajian tiap minggu. Dan sejak itu meminta, saat kelak sudah menikah, untuk tetap diijinkan mengikutinya. Dia bilang oke. Tak ada masalah. Oke lanjut…

Setelah menikah, saya kan masih di Surabaya ya. Dia di Jakarta. Waktu itu jadwal ngaji saya setiap Jumat sore. Setiap menjelang Jumat sore saya kembali chat dia kalo sore ini akan ngaji. Dia oke, dan berpesan untuk hati-hati, abis maghrib langsung pulang. Oke siap bos. Lancar. Tak ada masalah. Continue reading “Tentang Beda Prinsip dengan Suami”

Cerita dari Duka Palu

Saat itu ba’da maghrib. Ketika grup WA sudah ramai dengan kabar gempa dari Palu. Tak lama salah seorang teman kami nyahut. Erika. Katanya stress karena baru siang tadi keluarga besarnya menuju Palu untuk acara pernikahan keluarga. Kedua orang tua, 2 kakak perempuan, kakak ipar dan 2 keponakan. Dan saat itu dari mereka belum ada satupun yang bisa dihubungi.

Tak lama kabar berikutnya. Tsunami menerjang Palu. Continue reading “Cerita dari Duka Palu”

Cerita Umroh – part 3 : Madinah dan Kenangan Raudhah

Kami tiba di Masjid Al-Haram sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Kami langsung bersiap-siap untuk thawaf dan berjalan menuju Ka’bah.

Di depan Ka’bah, semua ambyar.. seperti sebelumnya saya tidak sanggup menahan perasaan saat sholat di sini. Setelah thawaf dan sholat sunnah saya menangis sejadi-jadinya. Bersyukur dikasi kesempatan ke sini lagi, memohon ampunan seluas-luasnya, mengakui semua salah, dosa, kealpaan, mendoakan orang tua, saudara, agar dimampukan berangkat juga ke sini. Semuanyaaa.. tumpah bersama air mata dan ingus saya #eh

Setelah selesai doa saya ke tempat suami, mencium tangannya. Dan suami mencium ubun-ubun saya lamaa sekali. Continue reading “Cerita Umroh – part 3 : Madinah dan Kenangan Raudhah”

Tentang Be Clean #3

Sekarang, kurang lebih 3 tahun usaha ini berjalan. Alhamdulillah growing up. Sedikit demi sedikit kami menambah modal. Memutar profit. Menambah kapasitas produksi. Menambah pegawai. Tak lupa sebelumnya melunasi utang LOL.

Alhamdulillah ’alaa kulli hal.

Harus saya akui, bisnis ini adalah semua tentang suami saya. Produksi, penyaluran, distribusi ke pelanggan (kenapa jadi mirip2 proses bisnis di kantor saya sih haha) semuanya dilakukan sendiri oleh suami. Design logo, design stiker, memikirkan inovasi kemasan, semuanyaaa.. Continue reading “Tentang Be Clean #3”

Tentang Be Clean #2

Ok sampe mana sebelumnya?

Oiya ibunya sakit.

Seperti yang saya ceritakan dulu, Juli 2014 ibu mertua meninggal. Setelah kurang lebih sebulan di RS Ibnu Sina. Suami saya sedihnya luar biasa. Dalam kondisi seperti itu, suami sebenarnya sangat butuh support dan doa ibu. Tidak mudah menjalani kondisi tidak punya pekerjaan, masih merintis usaha, keuangan menipis, dan ditinggalkan Ibu untuk selamanya.

Ditambah saya masih di Surabaya saat itu. Sangat jarang bertemu suami. It was a hard time though. Continue reading “Tentang Be Clean #2”

Tentang Nenek

Bertahun-tahun yang lalu saya pernah menulis kisah tentang nenek saya. Ibu dari Bapak saya. Satu-satunya orang tua dari Bapak Ibu saya yang bisa saya kenang. Yang lain sudah menemui Penciptanya sebelum saya mampu mengingat apapun tentang mereka.

Tak disangka, setelah menikah saya merasakan lagi punya Nenek :’)

Alhamdulillah Ibu dari Bapak mertua masih diberi umur dan masih sehat walafiat. Ada keluhan di beberapa bagian tubuhnya tapi overall masih baik. Di usianya yang kurang lebih 82 tahun, beliau tidak pikun, tidak tuli, masih mengenali kami, masih bisa diajak ngobrol, becanda, semua-semuanya.

Sama sekali tidak pernah menyangka di umur segini saya masih punya Nenek. Bahkan Bapak saya saja sudah meninggal.

Beliau tinggal di salah satu kampung kecil di Sinjai, Aruhu namanya. Continue reading “Tentang Nenek”