Cerita Umroh – part 2

Beberapa minggu menjelang jadwal berangkat, Alhamdulillah bisa lunas juga pembayarannya. Bahkan di kurun waktu itu juga kami bisa melunasi sebagian hutang KPR ini. Duh ini cerita Umroh jadi keselip2 cerita KPR ya LOL. Iyalah, mohon dimaklumi soalnya jumlahnya sungguhlah membuat kami menghela nafas panjang. Kapaan bisa lunas. Tapi Alhamdulillah, Allah sungguh Maha Memudahkan Rejeki. Di saat sebelumnya kepikiran mana yg didahulukan, Allah malah mewujudkan keduanya. Insha Allah semoga setelah ini segera bisa melunasi sebagiannya lagi.

Kembali ke cerita Umroh

18 Juni. Waktu keberangkatan.

Meeting point kami di Singapura. Jadi dari tempat asal kami menuju Singapur kami berangkat masing-masing. Saya dan suami berangkat dari Makassar pukul 6 pagi, setelah sahur. Ndak ada seragam batik kayak travel biasanya, ndak heboh diantar karena waktu itu kakak2 saya sudah pada siap2 mudik ke Sinjai haha.

Perjalanan ke Singapur Alhamdulillah lancar. Problema dimulai saat di pihak imigrasi bandara Changi. Tanpa alasan yg jelas, suami ketahan. Dipanggil ke ruangan khusus, dan katanya di situ ditanya2in lagi, bolak balik dicocokkan paspornya. Kata teman yg lain sih, dia ditahan simply karena KEPANJANGAN JENGGOT HAHAHAHA..

Sama rombongan lain sebagian sudah ketemu. Kenalan lah kita. Abis itu menuju terminal 3. Tempat keberangkatan menuju Abu Dhabi. Ngumpul di sana, kenalan haha hihi, cek in, buka puasa, sholat maghrib, trus boarding deh. Total kami ada 24 orang. Dari berbagai suku dan ras LOL. Ada yg dari Makassar, Kendari, Bogor, Palembang, Bengkulu, sampe Medan! Keren kan kita hahaha.. kok jadi shameless.

Menjelang pukul 1 pagi waktu setempat, kami transit di Abu Dhabi. Mandi, bersih2, ganti baju. Yg laki-laki sudah ganti pake pakaian Ihram, soalnya Insha Allah kita mengambil miqat Ihram di pesawat nanti.

Perjalanan Abu Dhabi ke Jeddah sekitar 2 jam. Setelah sahur dan sholat subuh di pesawat, tak lama kemudian ada pengumuman kalau sudah memasuki waktu untuk miqat Umroh. Kita mulai berniat dan mengucapkan kalimat2 talbiyah, doa dan dzikir. Duh di sini saya sampe nangis lagi. Rasa percaya gak percaya akan melaksanakan Umroh lagi. Makin dekat ke Mekkah, makin dekat dengan Ka’bah.

Leave a Reply