Cerita Umroh – part 1

Baiklah, sebelum memory-nya kelewat, mari merekam ingatan saat Umroh… 3 bulan kmaren. Sudah lama ya hahahahaha

Jadi, kurang lebih setahun terakhir ini, saya dan suami sering membahas keinginan ini, untuk bisa segera melaksanakan Umroh. Tapi selalu we ended up with… dari mana uangnya? Dana yg ditargetkan untuk bayar hutang KPR pun rasanya ga nambah2 saldonya haha.. curcol.

Tapi selalu, tiap dengar cerita orang yg abis Umroh atau Haji, liat tayangan Ka’bah di tivi, suami sering yang ”duh kapan yaa bisa ke sana juga”. Saya pun yg galau antara pake dana untuk bayar hutang atau berangkat Umroh, walopun jumlahnya jg belum cukup untuk yang mana pun haha.

Sampai di awal tahun kemarin, tiba-tiba ada teman yg menawarkan. Paket Umroh Ramadhan dan Idul Fitri. Tapi backpacker. Lebih murah, tapi bukan standar pelayanan yg paket biasa. Bisa dicicil pula. Yang bikin kami (saya sih tepatnya) heboh, karena time limitnya ndak panjang, karena ini pake tiket promo. Kalo tidak salah kami waktu itu diberi waktu maks 3 hari untuk memutuskan ikut atau tidak.

Akhirnya Bismillah, kami mendaftar ikut. DP tentu saja pake uang yg buat bayar hutang KPR dulu duh. Mayan deg-degan juga, khawatir tour leadernya trusted atw gak, khawatir susah ngurus paspor. Oiya! Jadi waktu kami beli tiket itu kami belum punya paspor. Jadi abis beli tiket baru ngurus paspor. Duh baru nyesal kenapa nda punya paspor sejak dulu2. Kami sebenarnya ada, tapi sama2 ekspired dan malas perpanjang hih. Jangan ditiru.

Tiket itu dibeli di bulan Januari. Jadwal keberangkatan pertengahan Juni. Jadi kami punya waktu banyak untuk mengurus paspor, vaksin, dan beberapa berkas lain. Selama kurun waktu itu, rencana ini sering terlupakan. Kadang saya percaya gak percaya sudah beli tiket PP untuk berangkat Umroh. Walo pembayaran lain belum dilunasi, tapi Insha Allah 50% peluang kami berangkat

Kita semua percaya, Umroh bukan perjalanan travelling atau trip biasa. Ini adalah wisata hati dan jiwa.. tsaelah bahasanya. Walo caranya sudah sangat mudah, tapi tidak semua orang terpanggil untuk melaksanakannya. Sepanjang 6 bulan itu saya betul2 berdoa semoga rencana kami dimudahkan, tidak terkendala apapun. Jika pun ada beberapa masalah, semoga kami dikuatkan dan dimudahkan solusinya (worship)

Leave a Reply