Ramadhan dan Jawaban Doa-Doa

Rasanya sy pernah cerita di posting yang lalu-lalu kalo 2013 itu tahun yang penuh warna buat saya. Jujur, suasana hati saya naik dan turun berulang-ulang saat itu. Saya tidak pernah pacaran, dan bukan yang ingin pacaran juga. Sehingga beberapa ”proses” yang saya jalani, semuanya melalui perantara. Dan di tahun 2013, semua dari itu mendapatkan keputusan finalnya, bahwa ia tak bisa dilanjutkan. Baik yang dibantu oleh guru ngaji saya maupun oleh teman dan sahabat di sekitar. Patah hati? Ndak. Kecewa, iya. Banget, hahahaha.. Tapi tak ada jalan lain selain jalan terus. Saya juga tidak ingin berlama-lama. Entahlah, ada sedikit keyakinan dalam diri saya bahwa dengan apa yang saya alami, sepertinya tidak lama lagi akan ada kabar bahagia setelah ini. Entah dari mana keyakinan dan ke-sok-tau-an itu hehe..

Tidak lama setelah semua itu, Ramadhan tiba. Saya pun fokus pada doa-doa saya untuk meminta jodoh. Meminta jodoh pada Sang Pemilik, tanpa ada bayangan sama sekali siapa yang akan dikirimkan untuk saya. Saya hanya minta dibukakan pintu itu. Doa-doa ini sebenarnya sudah dari tahun-tahun lalu, tapi bisa dibilang lebih intens dan lebih ’melas’ di tahun ini. Melaaassss hahahaha..
Dan semuanya terjawab, 2 hari selepas Ramadhan. Di hari kedua lebaran, ada teman SMA yang datang silaturahim, yang akhirnya menjadi suami saya. Tuhan selalu menjawab doa kita dengan cara yang sangat cantik. Kitanya yang sering ngeyel dan tidak mau bersabar.

***

2014. Saya mengawali tahun ini dengan masih nuansa manten baru yang sering kangen karena LDM-an. Di bulan April, suami sudah pindah ke Makassar. Lebih awal dari yang direncanakan. Saya pun semakin pengen pindah juga. Apalagi jaraknya makin jauh. Surabaya-Jakarta masih bisa dijangkau dengan kereta. Lebih ekonomis lahyaa.. dibanding Surabaya-Makassar yang harus pake pesawat.

Tak lama, Ramadhan kembali menyapa. Kali ini doa melas saya adalah pengen segera pindah. Terlalu lama LDM sepertinya tidak baik bagi kesehatan jiwa saya hihihi.. Saya kembali memohon-mohon untuk segera dimudahkan jalan pindah ke Makassar. Sebenarnya waktu itu saya pun sudah meminta untuk segera diberikan keturunan. Hanya memang, jujur, keinginan untuk pindah masih lebih mendesak bagi saya, saat itu. Ibu pun sering bilang, mungkin saya baru akan hamil kalau sy sudah di Makassar. Saya percaya itu, dan bisa lebih tenang dengan perkara belum hamil ini.

Sebulan dari sejak Lebaran, SK Mutasi saya datang. Lagi-lagi saya merasakan berkah Ramadhan. Alhamdulillah ’alaa kulli hal. Kembali satu doa saya terjawab, dengan cara yang sangat manis.

***

2015. Awal tahun ini Alhamdulillah kami sudah menempati rumah sendiri. Kami kembali fokus menjalani program kehamilan. Namun, yah begitulah… sampai saat ini kami masih diminta untuk bersabar. Sabar itu yaaa.. Haduuhhhh.. Sekarang baru ngerti kenapa Sabar dan Syukur selalu digandengkan. Susah, pemirsah.
Satu per satu orang yang menikah setelah kami mulai mengabarkan kehamilannya. Orang-orang di sekitar mulai nanya-nanya. Semuanya mbikin saya makin geregetan.. What’s wrong with me? Rasanya kami sudah berikhtiar semaksimal kemampuan kami.

Kalo sudah begini, saya kembali mengingat-ingat.. selain rejeki keturunan yang masih ditahan oleh Allah, betapa banyak sebenarnya rejeki yang sudah dilimpahkan Allah untuk saya. Pun juga tetap berharap, semua doa akan dijawab dengan cara yang sangat baik. Soal waktu? Ya tidak ada jalan lain selain kembali bersabar. It’s just out of our control. Persoalan ini bukan lagi dalam ranah kemampuan saya. Kata Salim A. Fillah, hanya tinggal perlu “merayu” Allah agar memperkenankannya untuk kita.

Hari ini, hari kedua Ramadhan. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menjumpai Ramadhan tahun ini. Semoga ada kabar gembira buat kami. Kemungkinan besar doa-doa melas itu akan kembali menemani perjalanan saya di Ramadhan kali ini. Mohon doanya agar ia sampai ke Arsy, dan Allah SWT memperkenankannya.. :-))

Selamat menjalani ibadah dengan khusyuk di bulan suci ini. Semoga kita mampu meraih keberkahan darinya. Aamiinnnn… (worship)

4 Responses

Leave a Reply