Ada Cinta di Genggaman (Tangan)

Judulnya alay banget gak sih? (LOL)

Jadi gini…

Suatu waktu…
Waktu itu kami baru menikah. Saya dan suami lagi jalan di Mall. Saat lagi jalan-jalan itu, saya refleks menggandeng tangannya. Tidak lama, dengan pelan dia melepaskan tangannya dari saya. Risih katanya. Sikapnya saat itu mbikin saya sensi luar biasa. Cem perang dunia saja rasanya hahaha.. Entah berapa lama saya ngambek saat itu. Hanya karena dia tidak ingin saya gandeng.

Di waktu yang lain
Kami sedang jalan juga. Bedanya saat itu kalo tidak salah kami jalan di koridor bus way. Orang-orang banyak yang lalu lalang. Agak crowded. Tiba-tiba dia menggenggam tangan saya, sambil terus jalan. Beberapa kali saya coba melepasnya. Agak susah rasanya terus berpegangan tangan sambil jalan di tengah kerumunan orang. Tapi there he is. Dia tetap menggenggam tangan saya, tidak melepasnya sedikit pun.

Dua kejadian di atas beberapa kali terulang di waktu yang lain.

Dia yang sangat pemalu dan sangat risih untuk sekedar menggandeng istrinya di tempat umum. Istrinya loh iniii.. istrinyaaa.. Saahhh di muka hukum dan agama. Tapi tetap saja kek gitu. Sementara saya yang penganut public display of affection hahaha… walo bukan yang ekstrim juga sih. Cuman gandengan tangan apa salahnya kan yak? Orang yg belum halal aja banyak yang gak malu gandeng-gandengan di depan umum. Lebih dari itu juga ada. Ah tapi ya sudahlah..

Dan dia yang sangat khawatir sama keselamatan saya. Bahkan untuk sekedar melepas tangan saya di tengah-tengah kerumunan orang dia tak mau. Mungkin dia takut kalo saya bakal kabur gitu? Di mana lagi dia dapat perempuan (sok) bijak yang baik hati, lucu, suka menolong, dan sebagainya dan sebagainya.. #berbusa (lmao)

Oke kembali ke topik.

Jadi, dia tidak ingin sekedar memegang tangan saya. Dia menggenggam tangan saya untuk memastikan I’m safe. Dia tidak mau menggandeng saya jika tanpa menggandeng pun dia bisa memastikan saya ada di sampingnya, dan baik-baik saja. Orangnya sangat malu, dan mungkin tidak biasa untuk bersikap mesra jika di luar rumah. Tapi dia sangat mengutamakan keselamatan saya, lebih dari apapun. :-))

Dua kejadian di awal cerita ini masih sering terulang.

Bedanya, penerimaan saya akan sikap dia mulai berubah. Saya tak pernah lagi berusaha menggandeng tangannya jika tak perlu. Dan tetap saja, jika ada kerumunan atau di tempat yang sangat ramai orang, dia akan sigap mencari tangan saya.

Intinya ya, pasangan suami istri itu memang harusnya saling melengkapi. Plus dan minus. Apa jadinya kalo kami sama-sama suka lebay kalo lagi jalan bareng. Bisa-bisa orang liat ke kita dengan pandangan aneh…. dan kasian.

***

Kita tidak bisa meminta pasangan untuk mencintai kita dengan cara kita. Biarkan saja dia dengan caranya. Nikmati bedanya. Dan yes, semua proses itu memang butuh waktu. Ada yang pernah bilang Pernikahan itu proses perkenalan dengan pasangan sepanjang masa. Rasanya saya sepakat dengan itu.

***

PS : Sering saya menikmati wajah suami saat dia sedang tidur. Dan terlintas ”..oh My God, rasanya hidup 1000 tahun sama orang ini saya sanggup kok….”

Gombal detected.. (LOL)

Have a nice day, mate!

6 Responses

  • hehehehe… kalo saya dan suami sama-sama lebay sih, sukanya pegangan tangan terus, kecuali kalo udah di lingkungan kantor BWAHAHAHAHHAHAHAHAAAAA… :lol:

  • Ahhhhhh so sweet banget sist!!! Inilah cita-cita saya kelak jika saya menikah. Mendapatkan suami yang tidak perlu mengumbar-umbar bahwa dia menyayangi saya, punya anak yang lucu dan pintar-pintar dan juga punya rumah yang begitu tenang dan asri lingkungannya seperti yang ada di link berikut ini
    http://www.citragrandcity.com/residential/autumn-forest/

    doakan saya cepat dapat yah sist semua impian saya :D

  • Lama tak mampir, sambil sahur mayan bisa bw nih hehe… Secara pribadi sbg lali-laki agak sama, bukan gak mau romantis ditempat umum tapi lebih memilah dgn suatu alasan lain untuk melakukannya, seperti halnya keselamatan. Met menjalankan ibadah puasa ya.

  • ahahaha… kok bisa samaan, suamiku juga kyk risih gitu kl pas jalan dimuka umum trus gandengan tangan. tapi ya gitu, kl pas nyebrang jalan atau ketika saya hamil, dia akan sukarela melakukannya.

  • Kenapanila nda bilang, “yang, truk saja gandengan masak kita tidak :D:D

Leave a Reply