diary, nikah

The way to find him #3

Sebenarnya kenapa saya bersedia untuk memulai proses ini dengan dia?

Jadi begini. Dalam memilih pasangan atau jodoh, selain soal agamanya yg harus baik (well, ini syarat utama sih ya) Selama ini saya selalu berdoa agar diberi jodoh yang juga sesuai keinginan Ibu saya. Ibu saya selalu menginginkan agar saya bisa kembali ke Makassar, biar bisa dekat dengan beliau.

Karena itu pula mungkin proses yang dibantu oleh guru ngaji saya selalu gagal, karena saya dengan terus terang menuliskan di CV saya ingin menetap di Makassar, dan tidak berencana untuk tinggal selamanya di Surabaya. Fyi, guru ngaji saya stay di Surabaya 😀

Kata guru ngaji saya sudah 2 orang yg mundur saat melihat kriteria saya itu. Saya tidak berubah pikiran. Menurut saya, lebih baik dikatakan di awal daripada kriteria itu tidak saya sebutkan dan muncul masalah di belakang hari.

Dan kemudian dia datang. Dengan packaging seperti itu.

Siapa yang bisa nolak? Dari sisi agama. Saya tahu dia Muslim, dan keliatannya sih baik ga tau kalo itu pencitraannya dy dowang . Well, walaupun akhirnya saat proses ini dimulai, yang pertama saya tanyakan adalah komitmen dia sebagai seorang Muslim. Bokk, sama orang ini kelak saya akan menyerahkan hidup dan mati saya (oke, lebay). Tidak mungkin kalo urusan serius gini dipercayakan sama orang yg shalat aja enggak. Dan Alhamdulillah jawaban dia akhirnya bisa membuat saya mengiyakan untuk proses ini berlanjut

Soal keturunan, Ibu saya sudah tahu siapa keluarganya dia. Dan beliau bisa meng-guarantee kalo Insya Allah keluarganya dia orang baik-baik. Bahkan katanya kalau dirunut sampe ke nenek nenek buyutnya nenek kami, itu masih ada ikatan kekerabatan. Dan DIA JELAS ORANG SINJAI, hahaha.. Primordialis? Entahlah.. Saya cuman mengakomodir rasa nyaman Ibu, dan jelas itu tertuang dalam doa-doanya beliau untuk saya. Doa Ibu selalu diijabah kan?

Dari sisi materi, cukup sy tau dia berpenghasilan. Urusan rejeki Insya Allah akan selalu dibukakan oleh Allah. Saya tidak pernah ragu soal yang satu ini.

Dari segi fisik. Orangnya tsakeup.. dan bercambang (ninja)

Begitulah..

Tidak ada alasan untuk menolak.

Alasan lebih spesifik sudah saya sampaikan langsung ke orangnya, lewat Wednesday Letter. Blog kheseus, cuman bisa dibaca sama kami berdua, hohoho..

6 Comments

  1. Pengen baca wednesday letternya.. (gyay)

  2. “nenek nenek buyutnya nenek” (bigeyes)

    Uhuk uhuk, punya web berdua niyeee… #kedipkedip

  3. ooooo….
    begitu ceritanya….
    any way barakallah…
    sy kenal kah org nya?

  4. wednesday letternya, boleh dibacakah kakak? (ninja)

  5. ehem siapa tuh, jadi pengen baca yang selanjutnya

  6. “dan bercambang” wkwkwkwk, lucu ku rasa bagian ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *