Melepas Juni…

Saya pernah menulis status di Facebook :

Bukan masalah yg ditiadakan, tapi hati yg lebih dilapangkan.

Apa yg diucapkan memang selalu meminta pembuktiannya. Begitu pula ketika sy menuliskan status di atas itu. Maka, setiap menghadapi suatu masalah, saya selalu mengingat apa yg telah sy katakan. Untuk lebih memilih berdoa meminta kelapangan hati. Bukan lagi meminta Tuhan buru2 menyelesaikan masalah saya. Rasanya malu juga, umur segini tapi masih saja terlalu kekanak-kanakan dalam menghadapi apapun. #nyadarumur

Yeah, Juni. Di bulan ini, tepatnya di awal bulan ini, tepat 26 tahun menghirup udara dunia. Am I getting better? Read the rest of this entry »

Bapak Tua dan Sepeda Kumbang

Senja.

Sebuah pemandangan saat perjalanan pulang dari kantor

Seorang lelaki paruh baya mengayuh sepeda kumbangnya. Melekat di tubuhnya baju seragam Korpri lama yang warnanya sudah pudar dan topi berlambang simbol pendidikan di negeri ini. Dia tampak semangat mengayuh sepedanya, walau kecepatannya tidak mungkin menyamai kendaraan dengan mesin canggih di sekitarnya.

Di belakangnya tampak istrinya, duduk membonceng sambil berpegang erat pada pinggang suaminya. Sepertinya mereka juga akan pulang ke rumah, mungkin selepas menjemput rezeki yang dijatah Tuhan untuk hari ini.

Pemandangan itu.. Sederhana, bersahaja, tapi indah. Read the rest of this entry »

Hujan Bulan Juni

(scenic)
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu Read the rest of this entry »