Muraqabatullah

Tadi selepas menunaikan shalat subuh, tiba2 muncul pikiran liar kek gini
”Sebenarnya kalo sy tidak shalat juga tidak apa2 kali yak. Selain Tuhan, tidak ada yang tau ini”
(idiot)

Hehe, tentunya itu cuman pikiran sekelebat saja. Sesuatu yg sudah sy tau, semestinya tidak perlu lagi sy pikirkan.

Sy kemudian membuka2 lagi catatan ngaji yg lama2, sengaja mencari2 lagi materi tentang apa yg sy pikirkan ini. Dan akhirnya nemu…

Muraqabatullah. Atau pengawasan Allah.
Dalam setiap langkah, setiap perilaku, perbuatan, selalu merasa diawasi oleh Allah. Dengan ini, kita akan merasa sungkan untuk berbuat yg tidak baik. Seperti halnya orang-orang yang tidak leluasa berbuat curang ketika ujian, karena diawasi oleh pengawas ujian itu.

Dibuku itu pula sy menuliskan tentang perjuangan mujahid2 di Palestina. Kita tau, dilihat dari logika mana pun, Palestina semestinya sudah hancur di tangan Israel. Tapi mengapa mereka tetap bertahan?
Bisa dipastikan, pertolongan Allah-lah disana. Allah langsung yang menjaga bumi-Nya dari serangan Israel. Dan mengapa Allah begitu menyayangi Palestina? Karena penduduknya selalu berada dalam Muraqabatullah. Dalam kondisi seperti itu, penduduk Palestina tidak punya tempat berlindung yang lain selain berlindung langsung kepada Sang Maha Pelindung. Perjuangan yang tak berujung mengkondisikan rasa butuh mereka terhadap pertolongan Allah sangatlah besar. Dan karena itu, mereka tidak berpikir untuk berbuat kejahatan. Karena sedikit saja kejahatan itu diperbuat, itu akan menghalangi datangnya pertolongan Allah.

Itulah kenapa kita jumpai banyak hafidz Al-Quran yang masih sangat belia dari sana. Mereka menyibukkan diri dengan ibadah dan perjuangan di jalan-Nya, dan karena itu Allah selalu memampukan mereka untuk terus berjuang di jalan-Nya, dan Insya Allah kelak dianugrahi gelar Syahid.

Mungkin, jika seluruh penduduk bumi merasa seperti ini, selalu merasa diawasi oleh Allah, dan akhirnya tidak berpikir untuk berbuat jahat, Allah pun akan menjaga kita dari bencana yang pedih.

Setidaknya ini bisa kita mulai dari diri kita sendiri. Untuk itu, yuks mari memulai dari sekarang. Tidak pernah ada kata terlambat kan untuk berbuat baik? ;-)

Sekedar mengikat kembali tulisan lama, semoga bermanfaat..

8 Responses

  • Wow. Semoga saya bisa :D

  • wah jd inget nih, sering mengeluh klo pas musim ujan-ujan gini
    malu deh sama Allah :|

  • phonank pernah baca dalam hadist,, Yang ditakutkan oleh rasulullah adalah bukan perbuatan yg mengakibatkan dosa besar, namun lebih mencemaskan perbuatan dari dosa yang kecil. karena manusia akan lebih menyepelekan dosa yang kecil itu, hingga menjadi lebih sering untuk mengulanginya berkali-kali menumpuk sampai menjadi dosa yg banyak.

    Salah satunya adalah menyepelekan pengawasan Allah, kalau awalnya sudah menyepelekan seterusnya akan jadi lebih cuek akan larangan-larangan-Nya. Hiii… na’udzubillah minzalik

    Buat mbak ILLA, terima kasih telah mengingatkan =)

  • Illa…terima kasih sudah kembali mengingatkan kami tentang pengawasan Allah ini…
    Semoga dengan selalu mengingat akan adanya pengawasanNYA ini kita terhindar dari dosa kecil maupun besar…. :P

  • Aaahhh… lagi-lagi diingatkan sesuatu lewat tulisan Illa :)

  • bener mbak illa, thanks dah diingatkan..
    kadang2 kumat juga rasa malas saya, untuk ga sholat, dan melakukan dosa2 kecil lainnya..tapi lagi2 hati ini berontak dan ga tenang jadinya…
    hmm..daripada hati ga tentrem mending ngikutin jalan dan perintahNya aja ya

Leave a Reply