Ebook : TUNAS

Dulu, waktu sy masih SD, sy sering main ke rumah sepupu sy yang berlangganan majalah Bobo. Dan tiap kali membacanya, yang sy buka pertama kali pasti kolom cerita pendek atau dongeng.
Selain itu, kakak perempuan sy yang waktu itu sudah kelas 1 SMA sering membawa majalah remaja dari sekolahnya. Ada Aneka Yess!, Anita Cemerlang, Kawanku, Gadis, dan masih banyak lagi. Ndak tau sekarang apa majalah2 itu masih eksis atau gimana. Begitu juga majalah2 ini, yg sy buka pertama kali adalah kolom fiksinya. Dari situ awalnya sy mulai suka membaca fiksi.

Yah, kesukaan sy pada fiksi awalnya pernah menginspirasi sy untuk membuat jenis tulisan yg sama. Tapi, pertama kali membuat fiksi, -cerpen tepatnya- malah tidak kunjung selesai2. Sy bingung bagaimana menyelesaikan konflik yg sy ciptakan di cerita itu. Ceritanya kemudian berputar2 disitu2 saja, sampai sy sendiri bosan membacanya (LOL) Read the rest of this entry »

Muraqabatullah

Tadi selepas menunaikan shalat subuh, tiba2 muncul pikiran liar kek gini
”Sebenarnya kalo sy tidak shalat juga tidak apa2 kali yak. Selain Tuhan, tidak ada yang tau ini”
(idiot)

Hehe, tentunya itu cuman pikiran sekelebat saja. Sesuatu yg sudah sy tau, semestinya tidak perlu lagi sy pikirkan.

Sy kemudian membuka2 lagi catatan ngaji yg lama2, sengaja mencari2 lagi materi tentang apa yg sy pikirkan ini. Dan akhirnya nemu…

Read the rest of this entry »

Habibie-Ainun. Bukan Cerita (Cinta) Biasa

..melihat hasil pemungutan suara tersebut, di wajah mereka terlihat perasaan kecewa. Namun keheningan suasana tersebut tidak berlangsung lama, karena istri saya, Ainun bertanya. ”Selanjutnya, bagaimana sikap Bapak?” Saya dengan spontan menjawab ”Saya tidak bersedia untuk dicalonkan atau menerima pencalonan kembali sebagai Presiden”
Sebagaimana biasa, Ainun tanpa memberi reaksi. Apa yang saya katakan, ia terima dengan tulus. Pasrah pada keputusan yang saya ambil dan menganggap bahwa itulah yang terbaik bagi kami sekeluarga, membuat Ainun selalu menerima keputusan dengan tulus..

Itu salah satu penggalan tulisan Pak Habibie tentang Ibu Ainun.
Sebuah buku yang mengisahkan tentang kisah romantis sepanjang masa dari salah seorang putra terbaik yang dimiliki bangsa ini.
Buku ini mulai ditulis oleh Pak Habibie selepas kepergian Ibu Ainun tanggal 22 Mei 2010 kemarin. Diakuinya, ini salah satu terapi untuk mengatasi rasa kehilangan beliau.
Secara keseluruhan, buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang Habibie sejak beliau mengenal Ibu Ainun. Read the rest of this entry »