FTV Dijual Garis Darah : Antara Cinta dan Silsilah Keturunan

Beberapa hari sebelum ini saya agak heboh ke beberapa orang. Jadi waktu itu akan ada FTV yang lokasi syutingnya itu di Sinjai, kampung halaman tercinta yg selalu saya bangga2kan kemana-mana, bahkan sampai ke luar negeri #eh. Bukan cuman itu, pemainnya juga menjanjikan bo’ ada Deddy Mizwar. Jaminan kualitas sebuah tayangan, baik film maupun di televisi.

Judulnya Dijual Garis Darah. Oia, waktu nulis ini, FTV-nya sudah ditayangkan kemaren, tanggal 23 Desember 2011 ^^

Oke, karena ini FTV, dan tidak tau kapan akan ditayangkan lagi, saya ceitakan saja sinopsisnya. Buat saya siy menarik dan menyentil, karena sampai saat ini masih sering jadi bahan pembicaraan, khususnya orang2 di Sulawesi.

Continue reading “FTV Dijual Garis Darah : Antara Cinta dan Silsilah Keturunan”

Mirip Siapa?

Sejak saya masih kecil dan mulai bisa mengingat2 apa yang terjadi saat itu, saya sering mendengar orang2 bilang gini ke saya:

”wah, yang ini lebih mirip mamanya kayaknya”

”Marola di emmakna samanna eddi” (ini terjemahan bahasa bugis dari kalimat di atas)

Pernah juga waktu saya masih SD, kalo saya masuk pagi dan pulang jam 10, saya kadang dijemput trus dibawa ke kantornya Ibu. Teman-teman kantornya Ibu sering bilang gini :

”eh Puang Mawa bawa fotokopinya ini” atau

”ini siapa? Klise fotonya puang Mawa kayaknya”

Continue reading “Mirip Siapa?”

3 Tahun…

Saya hanya ingin mengenangnya dengan cara yang lebih baik.

Jadi entah dalam rangka apa, Ibu saya dihubungi oleh wakil dari kantor KPU di SInjai. Katanya, akan ada dana kepada para mantan anggota KPU periode sebelumnya. Eh pokoknya sejak KPU dibentuk, semua yang pernah jadi anggota dan ketua mendapat uang jasa atau mungkin semacam hadiah gitu.

Nah, semasa hidupnya Bapak saya pernah jadi anggota KPU ini. Berhubung beliau sudah meninggal, jadi dana itu akan diberikan kepada ahli warisnya. Kami tidak tau berapa nominalnya, sampai sekarang uang itu belum diterima oleh Ibu saya. Katanya administrasinya lumayan ribet, jadi musti nunggu beberapa waktu Continue reading “3 Tahun…”

Saat Mengarahkan Telunjuk…

Ini bukan persoalan sederhana. Tapi lebih pada sikapmu menghadapi perasaanmu. Jangan berlebihan. Sudah berulang kali kukatakan ini padamu. Jika cinta, mencintalah sewajarnya. Jika pun benci, membenci pulalah sewajarnya. Kau tak sadar sering mengucap kata2 yang tak perlu dan tak pantas ketika kau mengungkapkan perasaanmu. Kau adalah jenis manusia yang dituntut untuk selalu menjadi contoh untuk generasi penerusmu. Kau harus sadar akan hal itu. Sekali lagi, mencinta dan membencilah sewajarnya.

Dan kau, tak perlu mengandaikan apapun. I knew from the beginning that you never really want to… Continue reading “Saat Mengarahkan Telunjuk…”

Tujuh Puluh Ribu…

Tiba-tiba sangat ingin merekam materi pengajian rutinan pekan lalu.

Tentang sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

Suatu ketika ditampakkan beberapa ummat kepada Muhammad. Sebagian adalah umat Nabi sebelumnya. Kemudian ada sekelompok umat yang jumlahnya sangat banyak. Kemudian Jibril berkata kepada Muhammad : ‘Mereka adalah ummatmu, dan mereka yang di depan, 70.000 orang tidak akan dihisab dan tidak akan diadzab’
Aku berkata, ‘Kenapa?’ Continue reading “Tujuh Puluh Ribu…”

My Cousin’s Wed

Hello, world!

Genap 2 bulan tidak menuliskan apa2 di sini.
Agustus pas Ramadhan, dan pas masuk kantor habis lebaran langsung dihantam sama garis mati di sana sini. Semua kerjaan itu harus saya selesaikan lebih awal, karena di akhir September sy kembali akan pulang ke rumah. Cuti 2 hari. Kakak sepupu saya –yg sudah sy anggap seperti kakak kandung sendiri- (akhirnya) menikah.

Akhirnya selama 2 pekan setelah lebaran itu saya selalu pulang malam, datang lebih pagi. Benar2 minggu2 yang mendebarkan. Belum lagi soal ijin dari atasan yang belum pasti dikasi atau tidak. Padahal dari jauh2 hari, bahkan sebelum Ramadhan saya sudah memberitau dia bahwa saya berencana cuti tanggal segitu, dan waktu itu dia sudah bilang iya. Eh tau tau pas menjelang harinya malah dihalang-halangi lagi. Huhh…
Tapi akhirnya cuti itu terpaksa dikasi juga, waktu saya bilang sudah beli tiket! Muhaha..
Dan sekarang sudah balik Surabaya lagi, aktivitas sudah mulai normal lagi, walo sebenarnya load pekerjaan tidak berkurang juga sih.. #sigh

Dan.. hei! Saya kangen kalian! Continue reading “My Cousin’s Wed”