Seiris Cerita Miris

Seperti biasa, hari ini saya di kantor. Dan tadi pagi itu saya dipanggil si boss untuk  mengolah data di komputernya beliau. Ketika sedang bekerja itu, tiba2 dy membuka  percakapan. Anaknya, anak satu2nya, yg bekerja dan ditempatkan di luar Jawa, akan pulang wiken ini. Saya hanya menyambut dengan basa basi biasa
”wah, seneng dong pak. Bisa wiken di rumah”
Tapi ternyata tidak berhenti di situ. Atasan saya ini tampaknya sedang ingin bercerita banyak tentang anak tunggalnya. Dan berceritalah dy.

Dan disinilah salahnya. Cerita seorang Ayah tentang anaknya buat saya terasa seperti membuka memory lagi tentang dia yg juga telah pergi. Dia, yang juga kupanggil Ayah. Dia, yg sudah lebih dulu menghadap-Nya.
Atasan saya bercerita bahwa dia sering menghabiskan waktu berdua saja dengan anaknya, membicarakan dan sharing banyak hal. Ayah saya juga dulu seperti itu.
Bahwa anaknya sering curhat tentang pergaulannya di sekolah, kampus, bahkan lingkungan kantornya padanya. Sampai sebelum Ayah sakit pun sy rutin bercerita padanya tentang segala hal yg kualami.
Kemudian ceritanya dia terhenti ketika hapenya membunyikan dering sms, yg ternyata dari anaknya yang mengabari bahwa dia sudah sampai di Surabaya, di bandara Juanda. Menelepon lah dia ke anaknya. Berbicaralah dia kepada anaknya, sebagai seorang Ayah yg gembira menyambut kepulangan sang anak. Ayah sy juga dulu begitu, selalu memantau keberadaan saya jika ingin pulang. Kapan take off, kapan tiba di bandara, sampai akhirnya bertatap muka langsung.

Saya mulai tidak konsen melihat layar komputer di hadapan. Setelah telpon itu, dy masih terus bercerita tentang anaknya. dan sy dengan loncatan loncatan memory saya sendiri tentang Ayah. Saya tidak tau apa dia menyadari bahwa dari tadi sy sudah tidak menanggapi ceritanya. Hanya, yg saya tau pandangan ini mulai mengabur, nafas sy mulai sesak, dan akhirnya kondisi itu terselamatkan ketika teleponnya kembali berbunyi, kali ini dari orang kantor. Dan sy punya alasan untuk permisi sebentar, tetap menyembunyikan bulir2 air yg mendesak keluar, berjalan cepat ke arah kamar mandi, dan menumpahkan semuanya di sana.

Apa saya iri? Saya juga masih ingin sekali diperlakukan seperti itu oleh Ayah. Saya tidak senang dengan kebahagiaan yg ditampakkan atasan saya itu? Entahlah, yang saya rasakan hanya kerinduan mengalami hal yang sama. Dan, saya pun sadar sepenuhnya, tidak mungkin lagi merasai semua itu.

ayah-anak2
Perlahan saya menetralisir emosi saya. Mengusap air mata, memastikan bahwa saya tidak terlihat seperti orang yg habis nangis, dan kembali ke tempat semula, seolah tidak terjadi apa2.

Ah, mungkin saya cuman lagi sensi saja :)

Kamis, 01 April ’10 -menjelang long wiken-
*telat posting*

26 Responses

  • :-(

  • saya kadang juga mengalami kerinduan seperti itu, tapi sekuat tenaga saya kuatkan diri, karena saya yakin tak mungkin lagi bertemu dengan ayah

  • lagi sensi aja.. krn kangen dg suasana dulu.. yg penting skr menikmati long wiken, ya kan? jgn lupa berdoa..

  • senang sekali sampai dewasa bisa merasakan perhatian ayah. ayah saya meninggal saat saya masih kelas 1 sma. sedih sekaliiii

  • sungguh membuat menggoyahkan hati…!!!!
    :(

  • *speechlesss…*

  • Saya memahami kerinduan mbak iLLa…

    Phonank juga pernah sekali membuat seseorang menangis rindu seperti yg terjadi pada mbak ILLA..

    Sebenarnya phonank tahu kalau teman phonank ini yang seorang wanita, telah ditinggal ayahnya kurang lebih dua tahun. Namun saat phonank berkunjung bermain, phonank dengan asyiknya bercerita seraya membanggakan ayahnya phonank sendiri. Sebenarnya phonank benar-benar nggak sadar kalau phonank sebenarnya sedang sedikit membuka kenangan yang dirindukan teman phonank ini, sebut saja namanya putri.

    Ternyata sontak putri bergegas meninggalkan phonank dengan meneteskan air mata, dan phonank pun baru teringat kalau phonank baru saja membuat ia mengingat akan sosok yg sedang phonank ceritakan.

    Akhirnya dia kembali dengan tersenyum, namun di matanya masih jelas terlihat seperti orang yg baru saja menangis. Disitu phonank meminta maaf, karena phonank khilaf dan tidak sengaja. Namun putri juga menganggapnya biasa saja dan kembali seperti tidak ada masalah lagi.

  • postingannya sukses membuat saya menangis :'(

  • Rindu akan ayah, ternyata sama kuatnya dengan kepada ibu.. terutama bagi anak perempuan pada ayahnya.. saya sebagai seorang ayah sendiripun menyadari perasaan tersebut pada putri semata wayang saya yang saat ini berada jauh 2 samudra menjulang antara kita..

    Semoga doa dari anak yang soleha akan dapat membantu dan meneranginya..

    Salam hangat dari afrika barat.. seneng sudah bis amenjumpa blog ini..

  • ga miris ka, kerinduan wajar adanya..
    aku pun selalu kangen sama ambu (ibu) ku .. setiap hari..
    padahal tiap bulan pulang.. hee..

  • kodonk, hiks, sabar illa, doakan sj agar ayah baik2 aja disana.

  • saya justru sedih karena saya tidak sedekat itu dengan ayah saya

  • hiks hiks… sayah jadi kangen ama daddy…

  • The show must go on…
    Kenangan yang indah akan seseorang yang kita cintai memang terkadang timbul saat kita mendengar/melihat kejadian yang hampir sama dengan yang pernah kita alami dengan orang yang kita sayangi.

  • hadapi dengan senyuman……

  • Sosok ayah memang mempunyai tempat spesial dihati kita ya… Saat kangen ayah yg sudah tiada…aku hanya bisa berdoa untuk kedamaiannya…

  • aaah illaaaa…pagi2 bikin mewek aja :(

  • Sering sekali membahas ayahmu di sini, nampak kerinduannya belum terbayar ya :-)

  • btw, caranya biar gak keliahtan habis nangis gimana? kan susah tuh. apalagi kalo mata dah bengkak :)

  • *tertegun* blm bs komen.

  • :)
    bagaimana kalau sang Ayah… ah, sudahlah

  • semoga saya bisa menjadi ayah yang baik

    amiin, didoakan Insya Allah

  • Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu
    Semoga Allah melapangkan kuburnya, dan mengampuni dosa-dosanya.

  • sekitaran tanggal itu.. 2 minggu yg lalu, sy juga lagi melloooowwww banget ingat bapak. pengen nelpon ndang tp ntar dia cerita ke mama,bisa bikin tmbah sedih.. akhirnya cuma telpon k ile saja.

  • mampir lagi kesini…..dan sekarang langsung menyimpan link blog ini ke dalam blogroll :D
    Saya merinding membaca tulisan ini, dan langsung menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan orangtua tercinta. Pengen nangis rasanya membayangkan jika suatu hal yg buruk terjadi dengan mereka. terimakasih sudah menyadarkan saya akan apa yg telah saya sia2kan selama ini: quality time with my parents.


    hehe, nikmatin selama beliau masih ada mbak ^^

Leave a Reply