Tentang Laptop dan Amanah..

Beberapa pekan ini, ada yg berubah dari aktivitas sehari2. Ehm.. biasa saja sih sebenarnya.
Jadi gini, kurang lebih 3 pekan lalu, saya diamanahi memegang laptop kantor oleh atasan saya. Laptop itu sebelumnya dipegang oleh teman seruangan yg lebih senior. Dan karena teman ini mendapat jabatan baru di tempat lain, akhirnya laptop itu dialihkan ke saya.

Karena ini laptop kantor, artinya harus setiap saat siap digunakan untuk kepentingan kantor. Dan artinya juga, saya harus manggul bawa laptop itu tiap harinya. Waktu sy cerita ke Ibu tentang laptop ini, si ibu langsung wanti2, ”awas loh, hati2 bawa barang itu. Jangan sering pulang malam. Apalagi itu laptop kan bukan punya kamu”

Hmm… laptop itu memang bukan punya saya. Hanya diamanahi memegangnya saja. Saya tidak boleh merasa terlalu senang menerimanya, pun harus siap jika sewaktu2 laptop ini diminta oleh kantor.

Continue reading “Tentang Laptop dan Amanah..”

Film : Alangkah Lucunya Negeri Ini

cover judul

Ada sebuah jaminan tersendiri bagi saya jika melihat nama2 yang tercantum sebagai bagian dari sebuah film Indonesia. Misalnya Hanung Bramantyo, Deddy Mizwar, atau pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Ada keyakinan bahwa tidak akan rugi menonton film mereka. Ia bukan sekedar tontonan biasa. More than just a movie, tsahhh…

Pun dengan film baru, berjudul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang tayang sejak 15 April 2010. Melihat nama Deddy Mizwar tertera sebagai Sutradara, saya tahu saya harus menontonnya. Continue reading “Film : Alangkah Lucunya Negeri Ini”

Saya tidak mau pake kacamata!

glasses1

Waktu kecil dulu, saya punya tetangga, sepasang suami istri. Nah, si istri ini menurut pengamatan saya –waktu itu- yaaa bisa dibilang cantiklah :P. Dan… yang paling saya ingat waktu itu adalah dia berkacamata, uy! Akhirnya, muncullah satu kesimpulan bodoh saya waktu itu, bahwa kacamata adalah aksesoris yg bisa memperindah wajah seseorang. Weks..

Trus, saya juga masih ingat, sempat bilang ke ibu, kalo sudah besar nanti mw pake kacamata, seperti tetangga yang cantik itu. Masih ingat juga, kakak2 saya pada gegulingan ketawa waktu dengar kata2 itu dari saya.

Continue reading “Saya tidak mau pake kacamata!”

Seiris Cerita Miris

Seperti biasa, hari ini saya di kantor. Dan tadi pagi itu saya dipanggil si boss untuk  mengolah data di komputernya beliau. Ketika sedang bekerja itu, tiba2 dy membuka  percakapan. Anaknya, anak satu2nya, yg bekerja dan ditempatkan di luar Jawa, akan pulang wiken ini. Saya hanya menyambut dengan basa basi biasa
”wah, seneng dong pak. Bisa wiken di rumah”
Tapi ternyata tidak berhenti di situ. Atasan saya ini tampaknya sedang ingin bercerita banyak tentang anak tunggalnya. Dan berceritalah dy.

Dan disinilah salahnya. Cerita seorang Ayah tentang anaknya buat saya terasa seperti membuka memory lagi tentang dia yg juga telah pergi. Dia, yang juga kupanggil Ayah. Dia, yg sudah lebih dulu menghadap-Nya.
Atasan saya bercerita bahwa dia sering menghabiskan waktu berdua saja dengan anaknya, membicarakan dan sharing banyak hal. Ayah saya juga dulu seperti itu. Continue reading “Seiris Cerita Miris”