Alangkah hebatnya ia!
Ayah mana yang sanggup melihat anak tersayang melepas nyawa di hadapannya? Terlebih lagi ketika nyawa itu harus terlepas dengan kedua tangannya. Bayangkan seorang ayah dengan jujur sedang siap-siap melakukan penyembelihan. Tanpa sedikitpun ragu. Memenuhi perintah Sang Maha Memiliki, untuk rela menyembelih anaknya sendiri. Ah…..
Apa yang menguasai pikiran Sang Nabi ini? Tak lain, Mahabbatillah… kecintaan yg amat dalam kepada Tuhannya. Mengalahkan rasa sayangnya kepada sang buah hati yang telah lama dinanti kehadirannya. Maka abadilah ia dalam sejarah. Kisahnya, pengorbanannya, tertulis dalam tinta emas di Kitabullah.






