Penulis itu bernama Tere Liye…

…yang buku-bukunya selalu saya tunggu-tunggu.

Bagi teman-teman yang mengikuti perfilman di Indonesia, mungkin telah sedikit familiar dengan nama ini. Akhir 2011 kemarin film Hafalan Shalat Delisa ramai menghiasi bioskop. Iyes, film ini diangkat dari sebuah buku best-seller karya Tere Liye ini.

Selain Hafalan Shalat Delisa (HSD) masih ada beberapa buku Tere Liye yang lain, ada Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-bidadari Surga, Ayahku (bukan) Pembohong, dan masih banyak lagi.

Saya sendiri mulai menikmati buku Tere Liye dari judul Bidadari-bidadari Surga (BBS). Waktu itu saya sama sekali belum pernah dengar nama penulis ini. Murni rekomendasi seorang teman yang akhirnya membawa saya membelinya. Di sampul buku BBS tersebut tertulis ”penulis buku Best-Seller Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah” Oow, penulis best seller toh.. pikir saya waktu itu.

Read the rest of this entry »

Malang, Blogger, dan Ulang Tahun (Komunitas)-nya

Malang itu…
Saya sudah lupa kapan pertama kali ke kota ini, dan sudah berapa kali pula mengunjunginya. Tapi yang pasti setiap ke Malang, saya selalu merasa waktunya kurang. Setiap mau balik ke Surabaya lagi, rasanya saya selalu bilang, nanti lah kalo ke Malang lagi mau jalan2, keliling Malang. Dan itu selalu saja begitu. Mungkin karena sebagian besar alasan saya ke Malang adalah dalam rangka kerjaan dan tidak pernah betul2 untuk jalan-jalan (LOL)

Padahal jarak Surabaya – Malang ndak jauh loh, waktu tempuh cuman kurang lebih 2 jam. Ada bahkan teman kantor saya rumahnya di Malang, tapi tiap hari ngantor di Surabaya. Jadi abis salat Subuh beliau langsung naek bis, nyampe terminal Bungur sekitar pukul 6.30. Langsung cuss kantor, sekitar 45 menit dari Bungur. Jam 4 teng, beliau juga langsung pulang, katanya kalo lancar jam 7-an nyampe Malang. Begitu 5 hari dalam seminggu. Wew..

Kembali ke cerita sebelumnya. Read the rest of this entry »

Pasti – Kelak

Pasti
Aku akan datang di saat kau tersakiti
Bukan untuk mengobati
Bukan pula sekedar empati
Hanya memastikan, sampai kapan pun, kau akan selalu di hati

Kelak..
Saat bahagiamu menyeruak..
Tak perlu berteriak..
Perlahan aku akan beranjak..
Mengemas luka yang terlanjur berkerak..

FTV Dijual Garis Darah : Antara Cinta dan Silsilah Keturunan

Beberapa hari sebelum ini saya agak heboh ke beberapa orang. Jadi waktu itu akan ada FTV yang lokasi syutingnya itu di Sinjai, kampung halaman tercinta yg selalu saya bangga2kan kemana-mana, bahkan sampai ke luar negeri #eh. Bukan cuman itu, pemainnya juga menjanjikan bo’ ada Deddy Mizwar. Jaminan kualitas sebuah tayangan, baik film maupun di televisi.

Judulnya Dijual Garis Darah. Oia, waktu nulis ini, FTV-nya sudah ditayangkan kemaren, tanggal 23 Desember 2011 ^^

Oke, karena ini FTV, dan tidak tau kapan akan ditayangkan lagi, saya ceitakan saja sinopsisnya. Buat saya siy menarik dan menyentil, karena sampai saat ini masih sering jadi bahan pembicaraan, khususnya orang2 di Sulawesi.

Read the rest of this entry »

Mirip Siapa?

Sejak saya masih kecil dan mulai bisa mengingat2 apa yang terjadi saat itu, saya sering mendengar orang2 bilang gini ke saya:

”wah, yang ini lebih mirip mamanya kayaknya”

”Marola di emmakna samanna eddi” (ini terjemahan bahasa bugis dari kalimat di atas)

Pernah juga waktu saya masih SD, kalo saya masuk pagi dan pulang jam 10, saya kadang dijemput trus dibawa ke kantornya Ibu. Teman-teman kantornya Ibu sering bilang gini :

”eh Puang Mawa bawa fotokopinya ini” atau

”ini siapa? Klise fotonya puang Mawa kayaknya”

Read the rest of this entry »

3 Tahun…

Saya hanya ingin mengenangnya dengan cara yang lebih baik.

Jadi entah dalam rangka apa, Ibu saya dihubungi oleh wakil dari kantor KPU di SInjai. Katanya, akan ada dana kepada para mantan anggota KPU periode sebelumnya. Eh pokoknya sejak KPU dibentuk, semua yang pernah jadi anggota dan ketua mendapat uang jasa atau mungkin semacam hadiah gitu.

Nah, semasa hidupnya Bapak saya pernah jadi anggota KPU ini. Berhubung beliau sudah meninggal, jadi dana itu akan diberikan kepada ahli warisnya. Kami tidak tau berapa nominalnya, sampai sekarang uang itu belum diterima oleh Ibu saya. Katanya administrasinya lumayan ribet, jadi musti nunggu beberapa waktu Read the rest of this entry »