Dear Dodi…

Dear Dodi

Hey

… … …

*sigh*

How’s life there, buddy? Sudah lebih tenangkah di sana? Lepas 5 hari sejak kau meninggalkan kami, Dod. Masih terasa sekali kehilangannya. Kita memang tidak tiap hari bertatap wajah, tapi menyadari bahwa takkan pernah ada lagi perjumpaan kita di dunia, cukup bikin hati jeri.

Masih ingat perkenalan pertama kita di Plurk, awal 2009. Euh, sudah lewat 6 tahun ternyata. Read the rest of this entry »

Poligami Yang Tak Dirindukan

Haduh dari kemarin banyak yg mau dicoret-coret tapi nunggu mood nulis datang itu kok ya ndak datang-datang. Alesan sih, intinya ya malas aja.

Padahal cuma mau cerita kalo abis ganti text header. Tulisan di bawah Nusaidaman itu loohhh, dari “Hunian masa depannya iLLa” menjadi “Menceritakan Entah, Mengabadikan Segala”. Berasa kek tulisan sebelumnya itu sudah terlalu alay untuk usia sekarang. Ngik, alay kok ngaku -_-’. Trus tulisan yang sekarang, gak tau tiba-tiba saja kepikiran. Saking campur-campurnya isi blog ini, jadi apa yg diceritakan ya entahlah :)))) hanya berusaha untuk merekam, mengabadikan yang bisa dan sempat dicoret-coret.

***

Oke yang ini sesuai judul. Gak usah protes sama judulnya ya LOL

Read the rest of this entry »

Novel : Ayah by Andrea Hirata

Euh, syudah lama tidak me-review buku. Demi bisa nulis ini, saya sampe buka-buka arsip lama, nyari tulisan sendiri tentang buku-buku yang sempat dibaca dan diceritakan di sini.

Well, yeah.. Andrea Hirata. Pertama kali baca buku Laskar Pelangi waktu masih kuliah, pinjam punya teman. Saya ingat sekali, teman-teman sekosan sampe nengok ke kamar saya, saking ributnya saya ketawa waktu membaca buku itu. Tapi saya juga ingat betul, saya beberapa kali mbrebes mili membaca bagian lainnya. Buku itu sungguh sangat berhasil mengaduk-aduk emosi pembacanya. Trus lanjut Sang Pemimpi, yang juga hasil pinjaman. Sedih dan lucunya juga tidak main-main.

Read the rest of this entry »

Ramadhan dan Jawaban Doa-Doa

Rasanya sy pernah cerita di posting yang lalu-lalu kalo 2013 itu tahun yang penuh warna buat saya. Jujur, suasana hati saya naik dan turun berulang-ulang saat itu. Saya tidak pernah pacaran, dan bukan yang ingin pacaran juga. Sehingga beberapa ”proses” yang saya jalani, semuanya melalui perantara. Dan di tahun 2013, semua dari itu mendapatkan keputusan finalnya, bahwa ia tak bisa dilanjutkan. Baik yang dibantu oleh guru ngaji saya maupun oleh teman dan sahabat di sekitar. Patah hati? Ndak. Kecewa, iya. Banget, hahahaha.. Tapi tak ada jalan lain selain jalan terus. Saya juga tidak ingin berlama-lama. Entahlah, ada sedikit keyakinan dalam diri saya bahwa dengan apa yang saya alami, sepertinya tidak lama lagi akan ada kabar bahagia setelah ini. Entah dari mana keyakinan dan ke-sok-tau-an itu hehe..

Tidak lama setelah semua itu, Ramadhan tiba. Saya pun fokus pada doa-doa saya untuk meminta jodoh. Meminta jodoh pada Sang Pemilik, tanpa ada bayangan sama sekali siapa yang akan dikirimkan untuk saya. Saya hanya minta dibukakan pintu itu. Doa-doa ini sebenarnya sudah dari tahun-tahun lalu, tapi bisa dibilang lebih intens dan lebih ’melas’ di tahun ini. Melaaassss hahahaha..
Dan semuanya terjawab, 2 hari selepas Ramadhan. Di hari kedua lebaran, ada teman SMA yang datang silaturahim, yang akhirnya menjadi suami saya. Tuhan selalu menjawab doa kita dengan cara yang sangat cantik. Kitanya yang sering ngeyel dan tidak mau bersabar.

Read the rest of this entry »

Ada Cinta di Genggaman (Tangan)

Judulnya alay banget gak sih? (LOL)

Jadi gini…

Suatu waktu…
Waktu itu kami baru menikah. Saya dan suami lagi jalan di Mall. Saat lagi jalan-jalan itu, saya refleks menggandeng tangannya. Tidak lama, dengan pelan dia melepaskan tangannya dari saya. Risih katanya. Sikapnya saat itu mbikin saya sensi luar biasa. Cem perang dunia saja rasanya hahaha.. Entah berapa lama saya ngambek saat itu. Hanya karena dia tidak ingin saya gandeng.

Read the rest of this entry »

Balada Tangan yang Pecah-Pecah

Jadi gini. Sebagai seorang pekerja 8-5 dari Senin – Jumat, saya menganggap diri saya ini cukup sibuk. Cukup sibuk untuk, ehm.. mencuci baju. Cukup sibuk dan sedikit malas tepatnya.

Tapi jangan sedih kakak, semuanya terpecahkan dengan bertebarannya laundry yang murah meriah syalalala di Surabaya. Bisa antar jemput pula. Wuah, surga deh pokoknya. Akhirnya, ya saya cuman mencuci sendiri underwear dan pakaian putih sahaja. Selebihnya, plung.. taro di plastik, nunggu mas-mas laundry ngambil ke kosan. Nunggu 2-3 hari nanti diantar syudah rapi dan harum mewangi. Cukup 18-20rb saja per 5 kilo. Murah kan? Banyak pula laundry-nya. Jadi kalo kurang puas sama pelayanan laundry sini, tinggal pindah aja ke laundry yg sono.

Read the rest of this entry »